Aktif Berorganisasi Saat Kuliah Jadi Bekal Terjun di Dunia Politik

Aktif Berorganisasi Saat Kuliah Jadi Bekal Terjun di Dunia Politik

SahabatKharis.com – Lahir dari pasangan KH. Syaibani dan Muslimah, seorang Kyai pemilik pondok pesantren di Purworejo, Jawa Tengah menjadikan kepribadian Abdul Kharis Almasyhari sejuk dan mendamaikan. Iklim itu juga yang saat ini ia bawa ke kancah perpolitikan nasional.

Sejak TK hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) anak pertama dari lima bersaudara ini selalu menjadi siswa terbaik dan juara di kelas. Bahkan saat SD ia sempat menjadi siswa teladan ke-empat se-Kabupaten Purworejo. Di SMA ia mulai aktif berorganisasi, baik organisasi kesiswaan di sekolah maupun organisasi remaja mesjid. Di antaranya pernah menjadi Ketua Takmir Masjid, sekaligus menjadi pengkotbah di Masjid SMAN I Kutoarjo.

Selepas SMA tahun 1987, Kharis diterima di Fakultas Ilmu Ekonomi (sekarang Fakultas Ekonomi dan Bisnis), jurusan Akutansi  di Universitas  Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Di semester kedua kuliahnya ia mulai mengikuti berbagai organisasi kemahasiswaan di kampusnya. Tidak kurang empat kegiatan kemahasiswaan yang diikuti. Yakni Mapala (Mahasiswa Pecinta Alam- red), Beladiri Merpati putih, BPPI (Badan Pengkajian dan Pengamalan Islam) serta Badan Pers Mahasiswa  (Bapema). Sejak itulah ia mulai berkenalan dengan dunia pers, penerbitan dan percetakan.

Ketika ada tawaran dari Bapema untuk mengikuti pelatihan di Jakarta tepatnya di Majalah Tempo, ia pun tak menyia-nyiakan kesempatan itu. Apalagi saat itu jumlah mahasiswa yang boleh mengikuti pelatihan itu sangat terbatas, yakni hanya tiga mahasiswa untuk satu kampus. Siapa sangka jika pelajaran dalam pelatihan jurnalistik di Tempo yang hanya beberapa hari itu begitu membuat Kharis tertarik.  “Saat itu juga muncul ide untuk mendirikan usaha percetakan di sekitar kampus. Di semester dua itulah saya mulai merintis bisnis percetakan,” katanya.

Setelah berhasil meraih gelar akuntan, Kharis kemudian mendirikan CV Citra Islami Press pada tahun 1993 dan menjadi Direktur Utamanya. Empat tahun kemudian ia mendirikan PT Era Adicitra Intermedia yang bergerak di bidang percetakan dan penerbitan buku-buku Islami dan menjabat sebagai Direktur Utama . Pada tahun 1995, ia dipercaya menjadi dosen tetap di Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Dan sebagai pengusaha di bidang percetakan dan penerbitan, ia pun aktif dalam kepengurusan Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) sejak tahun 1997. Bahkan di tahun 2007, Kharis menjabat sebagai Ketua IKAPI Provinsi Jawa Tengah, baru pada tahun 2013 ia dipercaya menjadi Wakil Ketua Pengurus IKAPI Pusat. “Beberapa kali saya juga kerjasama dengan Jawa Pos,” imbuhnya.

Pada tahun 2013, Kharis merasa bisnis penerbitannya sudah tergolong mapan. Ia pun mencoba mendaftarkan diri menjadi calon anggota legislatif (caleg). Hal tersebut menjadi konsekuensi bagi karirnya, ia harus mengundurkan diri dari jabatannya sebagai dosen tetap UMS. Di tahun 2014, Kharis mulai bertarung di kancah politik. Dia berhasil merebut suara yang cukup tinggi di daerah pemilihannya, Dapil Jawa Tengah V yang meliputi wilayah Surakarta, Sukoharjo, Boyolali dan Klaten dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Bersama 559 anggota DPR RI lainnya, Kharis pun resmi menjadi anggota DPR RI periode 2014-2019. Bahkan kini dia dipercaya menjadi Ketua Komisi I DPR RI.

Peraih program doktor di bidang akuntansi UNS ini mengaku belajar politik sejak masih di kampus UNS. Bersama kawan-kawannya di Masjid Nurul Huda, Kharis mendiskusikan berbagai persoalan bangsa dan berusaha mencari solusinya. Meski setiap orang memiliki pandangan yang berbeda tentang suatu hal, namun mereka mampu menahan diri agar kondisinya tetap sejuk dan damai.

“Teman-teman saya juga banyak yang terjun di politik, tidak hanya di PKS. Ada yang bergabung PKB, PPP, PAN, PBB. Tetapi kita tetap berteman dengan baik. Tetapi sampai saat ini saya belum bisa mewujudkan cita-cita politik saya yaitu menjadikan bangsa ini makmur, adil dan sejahtera,” pungkasnya.

Terbit di Harian Jawapos : Kiprah Alumni UNS: Abdul Kharis Almasyhari, Ketua Komisi I DPR RI

About the Author

Leave a Reply