Alumni UNS Ini Masih Sering Kangen Kantin Mbok Jum

Alumni UNS Ini Masih Sering Kangen Kantin Mbok Jum

SahabatKharis.com – Setiap alumni Universitas Sebelas Maret (UNS) memiliki memori tersendiri dengan kampusnya. Bagi Abdul Kharis Almasyhari, kantin ‘Mbok Jum’ menjadi hal pertama yang paling diingatnya.

“Tempat yang paling mengenang di UNS itu Mbok Jum. Makan murah dapetnya banyak. Mahasiswa banget,” ucap Kharis kepada Jawa Pos Radar Solo sembari berkelakar.

Ya, kantin yang berada di lingkungan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) ini memang melegenda. Terlebih bagi mahasiswa berkantong mini namun doyan makan berlebih. Namun bagi Kharis, menikmati makanan di Mbok Jum merupakan cara sederhana untuk merayakan kesederhanaan. Apakah dia tidak punya cukup uang untuk makan di restoran?

“Saya sejak semester tiga sudah punya usaha yang saya rintis dari nol. Bisnis percetakan sampai bisa hidup tanpa uang saku dari orang tua. Biaya hidup zaman dulu Rp 50.000 per bulan. Saya usaha bisa mendapatkan minimal Rp 250.000 per bulan,” katanya.

Kharis memang masuk kategori mahasiswa yang tak bisa diam. Kuliah, aktif organisasi dan merintis bisnis menjadi aktivitas sehari-harinya. Ia mampu mengatur waktu jika ketiganya memiliki jadwal yang berdekatan atau bahkan satu waktu. Tak pernah keteteran dan selalu mendapatkan hasil maksimal. Mungkin tidak akan ditemukan mahasiswa saat ini yang memiliki mental sama seperti Kharis.

“Mahasiswa sekarang gregetnya agak kurang. Mereka tidak sesemangat zaman dulu, terlalu fokus studi melupakan aktivitas di lapangan. Hasilnya mahasiswa sekarang jika dihadapkan persoalan di lapangan akan menyerah, minimal mengeluh. Kalau dulu saya multitasking,” jabarnya.

Saking multitasking-nya, pria yang kini menjadi Ketua Komisi I DPR RI ini memiliki cerita tak terlupakan saat mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN).  Hidup di kampung orang selama dua bulan cukup menguras energi, pikiran serta keuangan. Namun tidak bagi Kharis, ia bahkan mampu mendapatkan keuntungan finansial tanpa harus mengeluarkan uang. Dengan insting bisnisnya, dirinya membuka stand baazar untuk masyarakat sekitar. Hasilnya tak main-main. “Saya sampai untung empat ekor kambing saat itu. Kambingnya saya bagikan ke masyarakat untuk dimasak. Kita makan-makan bareng,” katanya.

Terbit di Harian Jawapos : Kiprah Alumni UNS: Abdul Kharis Almasyhari, Ketua Komisi I DPR RI

About the Author

Leave a Reply