DPR Dukung KBRI Qatar Miliki Gedung Kantor Baru

DPR Dukung KBRI Qatar Miliki Gedung Kantor Baru

SahabatKharis.com – DPR RI mendukung KBRI di Qatar untuk memiliki gedung kantor baru pada tahun 2017 yang diungkapkan dalam acara Rapat Dengar Pendapat (RDP) anggota Komisi I DPR RI dipimpin Dr. H. Abdul Kharis Almasyhari dengan Dubes RI untuk Qatar, Marsekal Madya TNI (Purn) Muhammad Basri Sidehabi di Doha.

Pelaksana Fungsi Politik KBRI Doha, Boy Dharmawan, kepada Antara London, Rabu menyebutkan selama kunjungan di Qatar, Delegasi Komisi I DPR melakukan berbagai pertemuan dengan pihak-pihak terkait setempat antara lain Parlemen Qatar, (Majelis Shura), Kantor Televisi Aljazeera dan kunjungan lainnya terkait dengan ruang lingkup Komisi I DPR.

Dalam acara dengan pendapat, Dr. Abdul Kharis menyampaikan tujuan kunjungan Komisi I DPR guna memberikan penguatan diplomasi parlemen terhadap pelaksanaan politik luar negeri dan pengawasan DPR terkait pelaksanaan kebijakan Pemerintah dan APBN termasuk tugas Dubes atau Perwakilan RI.

Delegasi terdiri dari Sukamta Mantamiharja (PKS), Marinus Gea (PDIP), Fayakhun Andiadi (Golkar), Dave Akbarsyah Laksono (Golkar), Biem Triani Benjamin (Garindra), Elnino M. Husein Mohi, (Gerindra), Dr. Sjarifuddin Hasan (Demokrat), Supiadin Aries Saputra (Nasdem), Syaifullah Tamhila Djaperi (PPP), Andika P. Puragabaya (Gerindra)

Dubes Basri mengatakan KBRI telah menyampaikan proposal untuk pembelian gedung kantor baru kepada pemerintah pusat. Biaya sewa gedung perkantoran saat ini relatif mahal, bahkan pada 2016 sewanya naik hingga 30 persen sehingga lebih menguntungkan membeli kantor baru untuk jangka panjang. Selain itu kantor yang ada saat ini dianggap kurang representatif, termasuk dalam segi keamanan dan estetika.

KBRI memperoleh beberapa alternatif penawaran untuk calon gedung kantor yang baru salah satunya terletak di kawasan Azziyah seluas tanah 2.011 m2 dengan harga penawaran USD 4.533.000 (sekitar Rp61.195.500.000). Anggota DPR berjanji untuk mengupayakan agar KBRI segera untuk memiliki gedung baru pada 2017.

Delagasi Komisi I DPR mendukung KBRI untuk segera memiliki gedung baru “Kawan kawan akan memperjuangkan beli gedung,” ujar Syaifullah Tamhila Djaperi. Elnino M. Husein Mohi juga menyatakan dukungannya agar KBRI penya gedung baru setelah melihat kantor KBRI yang disewa sejak 1999. “Alhamdulilah, DPR mendukung kita untuk beli kantor baru,” ungkap mantan anggota DPR ini dengan sumringah.

Proposal pembelian gedung disampaikan dan jika disetujui maka pembelian dapat dilakukan pada tahun 2017 dengan mekanisme beli cicil yaitu dengan mengubah biaya sewa menjadi biaya cicilan.

Dalam jangka panjang akan menguntungkan bagi pemerintah, ujar mantan Irjen TNI ini. Diutarakan pula bahwa pembelian gedung tersebut akan menjadi hadiah terindah bagi peringatan 40 tahun hubungan bilateral RI-Qatar. Dr. Sjarifuddin Hasan juga menegaskan perlu meningkatkan citra Indonesia dengan memiliki gedung baru tersebut selain akan meningkatkan citra Indonesia di Qatar.

Sumber : Antara

DPR Apresiasi Peningkatan Hubungan Bilateral RI – Qatar

DPR Apresiasi Peningkatan Hubungan Bilateral RI – Qatar

SahabatKharis.com – Indonesia menganggap Qatar sebagai mitra strategis dalam hubungan bilateral kedua negara dan DPR menyampaikan pujiannya atas peran dan kontribusi Majlis Shura (Parlemen Qatar) dalam meningkatkan kerjasama RI-Qatar serta mengundangnya berkunjung ke Indonesia guna memperingati 40 tahun hubungan bilateral kedua negara.

Hal ini terungkap ketika Delegasi Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI yang dipimpin oleh Dr. H. Abdul Kharis Almasyhari dalam pertemuannya dengan Ketua Komisi Dalam Negari dan Luar negeri serta Pengawas Parlemen Qatar (Majlis as-Shura) yang dipimpin H.E. Muhamad Abdullah Al-Sulaiti, pada 1 Maret 2017.

Delegasi yang didampingi Duta Besar RI untuk Qatar, Marsekal Madya TNI (Purn) Muhammad Basri Sidehabi terdiri dari Sukamta Mantamiharja (PKS); Marinus Gea  (PDIP); Fayakhun Andiadi (Golkar); Dave Akbarsyah Laksono (Golkar); Biem Triani Benjamin (Garindra); Elnino M. Husein Mohi, (Gerindra); Dr. Sjarifuddin Hasan (Demokrat); Supiadin Aries Saputra (Nasdem), Syaifullah Tamhila Djaperi (PPP); Andika P. Puragabaya (Gerindra).

Kharis menjelaskan tujuan kunjungan Komisi I antara lain bertujuan untuk memberikan penguatan diplomasi parlemen terhadap pelaksanaan politik luar negeri dan pengawasan DPR.

Al-Sulaiti mengutarakan kesamaan pandangan dengan Indonesia sebagai mitra strategis yang ditandai kuatnya hubungan kedua negara.

Diutarakannya, keberadaan Majlis as-Shura sebagai lembaga legislatif dengan komposisi 45 orang, 30 anggota dipilih rakyat dan 15 anggota sisanya ditunjuk Emir. Majlis as-Shura berwenang terkait anggaran, mengawasi menteri dan membuat undang-undang, katanya. Disampaikan pula bahwa as-Shura memiliki komisi-komisi yaitu ekonomi, luar negeri, dalam negeri, infrstruktur dan undang-undang.

Kharis menyampaikan apresiasinya terhadap kerjasama ekonomi, investasi dan tenaga kerja kedua negara. Diutarakan pula harapannya agar Majlis Shura untuk terus berperan dalam peningkatkan hubungan kerjasama RI-Qatar dengan memfokuskan pada sektor ekonomi, investasi termasuk ekspansi tenaga kerja trampil Indonesia yang saat ini diperkirakan berjumlah sekitar 40 ribu WNI di Qatar.

Dubes Basri mengungkapkan kunjungan DPR merupakan momen yang tepat bagi peningkatan hubungan bilateral kedua negara khususnya menjelang kunjungan Emir Qatar ke Indonesia yang rencananya pada 2017.

Ini ditandai pesatnya hubungan investasi. Pada akhir Desember 2016, BUMN Qatar, Nebras Power meningkatkan investasinya dengan mengakusisi 35,5% saham PT Paiton Energy senilai  USD  1,35 Milyar. Nebras Power  akan membangun pembangkit listrik di Belawan, Sumatra Utara  senilai senilai USD 750 juta.

KBRI Doha tengah menjajaki rencana investasi Sheikh Fahad bin Hamad bin Khalifa Al-Thani, guna membangun mall di Aceh dan menfasilitasi investor Qatar pada sektor perhotelan dan pertanian guna mengejar visi ketahanan pangan Qatar 2030.

Pemerintah RI tengah membahas berbagai proyek investasi senilai USD 1 Milyar bersama Qatar Investment Authority. investasi Qatar pada Qatar National Bank (QNB) dan Ooredoo Indosat terus mengalami peningkatan. Selain itu, Qatar juga memberi kuota tambahan 24 ribu bagi tenaga kerja trampil Indonesia termasuk di antaranya untuk persiapan Piala Dunia FIFA 2022.

“Kunjungan DPR ini merupakan diplomasi yang efektif guna mendukung upaya pemerintah,” ujarnya,” ujar Dubes Basri.

Abdul Kharis juga menyampaikan apresiasinya kepada Qatar yang banyak membantu korban bencana di Indonesia  Menurut  Al Sulaiti, bantuan tersebut merupakan upaya guna meningkatkan sistem pendidikan dan pengentasan buta huruf. Bantuan tersebut merupakan kontribusi warga Qatar guna menurunkan kemiskinan.

Menurut Pelaksana Fungsi KBRI Doha, Boy Dharmawan, beberapa lembaga turut membantu Indonesia antara lain EID Charity, Qatar Charity (QC), RAF Charity, Sheikh Hamad bin Khalid Al Thani Foundation dan Awqaf Qatar sebagai bagian dari  diplomasi sosial budaya kedua negara.

Qatar Charity (QC) mengucurkan 741 proyek pada tahun 2016. Sejak beroperasi di Indonesia pada 2004, QC telah melaksanakan 5.802 proyek bantuan di berbagai propinsi.

Sumber : Kemlu