DPR Apresiasi Peningkatan Hubungan Bilateral RI – Qatar

DPR Apresiasi Peningkatan Hubungan Bilateral RI – Qatar

SahabatKharis.com – Indonesia menganggap Qatar sebagai mitra strategis dalam hubungan bilateral kedua negara dan DPR menyampaikan pujiannya atas peran dan kontribusi Majlis Shura (Parlemen Qatar) dalam meningkatkan kerjasama RI-Qatar serta mengundangnya berkunjung ke Indonesia guna memperingati 40 tahun hubungan bilateral kedua negara.

Hal ini terungkap ketika Delegasi Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI yang dipimpin oleh Dr. H. Abdul Kharis Almasyhari dalam pertemuannya dengan Ketua Komisi Dalam Negari dan Luar negeri serta Pengawas Parlemen Qatar (Majlis as-Shura) yang dipimpin H.E. Muhamad Abdullah Al-Sulaiti, pada 1 Maret 2017.

Delegasi yang didampingi Duta Besar RI untuk Qatar, Marsekal Madya TNI (Purn) Muhammad Basri Sidehabi terdiri dari Sukamta Mantamiharja (PKS); Marinus Gea  (PDIP); Fayakhun Andiadi (Golkar); Dave Akbarsyah Laksono (Golkar); Biem Triani Benjamin (Garindra); Elnino M. Husein Mohi, (Gerindra); Dr. Sjarifuddin Hasan (Demokrat); Supiadin Aries Saputra (Nasdem), Syaifullah Tamhila Djaperi (PPP); Andika P. Puragabaya (Gerindra).

Kharis menjelaskan tujuan kunjungan Komisi I antara lain bertujuan untuk memberikan penguatan diplomasi parlemen terhadap pelaksanaan politik luar negeri dan pengawasan DPR.

Al-Sulaiti mengutarakan kesamaan pandangan dengan Indonesia sebagai mitra strategis yang ditandai kuatnya hubungan kedua negara.

Diutarakannya, keberadaan Majlis as-Shura sebagai lembaga legislatif dengan komposisi 45 orang, 30 anggota dipilih rakyat dan 15 anggota sisanya ditunjuk Emir. Majlis as-Shura berwenang terkait anggaran, mengawasi menteri dan membuat undang-undang, katanya. Disampaikan pula bahwa as-Shura memiliki komisi-komisi yaitu ekonomi, luar negeri, dalam negeri, infrstruktur dan undang-undang.

Kharis menyampaikan apresiasinya terhadap kerjasama ekonomi, investasi dan tenaga kerja kedua negara. Diutarakan pula harapannya agar Majlis Shura untuk terus berperan dalam peningkatkan hubungan kerjasama RI-Qatar dengan memfokuskan pada sektor ekonomi, investasi termasuk ekspansi tenaga kerja trampil Indonesia yang saat ini diperkirakan berjumlah sekitar 40 ribu WNI di Qatar.

Dubes Basri mengungkapkan kunjungan DPR merupakan momen yang tepat bagi peningkatan hubungan bilateral kedua negara khususnya menjelang kunjungan Emir Qatar ke Indonesia yang rencananya pada 2017.

Ini ditandai pesatnya hubungan investasi. Pada akhir Desember 2016, BUMN Qatar, Nebras Power meningkatkan investasinya dengan mengakusisi 35,5% saham PT Paiton Energy senilai  USD  1,35 Milyar. Nebras Power  akan membangun pembangkit listrik di Belawan, Sumatra Utara  senilai senilai USD 750 juta.

KBRI Doha tengah menjajaki rencana investasi Sheikh Fahad bin Hamad bin Khalifa Al-Thani, guna membangun mall di Aceh dan menfasilitasi investor Qatar pada sektor perhotelan dan pertanian guna mengejar visi ketahanan pangan Qatar 2030.

Pemerintah RI tengah membahas berbagai proyek investasi senilai USD 1 Milyar bersama Qatar Investment Authority. investasi Qatar pada Qatar National Bank (QNB) dan Ooredoo Indosat terus mengalami peningkatan. Selain itu, Qatar juga memberi kuota tambahan 24 ribu bagi tenaga kerja trampil Indonesia termasuk di antaranya untuk persiapan Piala Dunia FIFA 2022.

“Kunjungan DPR ini merupakan diplomasi yang efektif guna mendukung upaya pemerintah,” ujarnya,” ujar Dubes Basri.

Abdul Kharis juga menyampaikan apresiasinya kepada Qatar yang banyak membantu korban bencana di Indonesia  Menurut  Al Sulaiti, bantuan tersebut merupakan upaya guna meningkatkan sistem pendidikan dan pengentasan buta huruf. Bantuan tersebut merupakan kontribusi warga Qatar guna menurunkan kemiskinan.

Menurut Pelaksana Fungsi KBRI Doha, Boy Dharmawan, beberapa lembaga turut membantu Indonesia antara lain EID Charity, Qatar Charity (QC), RAF Charity, Sheikh Hamad bin Khalid Al Thani Foundation dan Awqaf Qatar sebagai bagian dari  diplomasi sosial budaya kedua negara.

Qatar Charity (QC) mengucurkan 741 proyek pada tahun 2016. Sejak beroperasi di Indonesia pada 2004, QC telah melaksanakan 5.802 proyek bantuan di berbagai propinsi.

Sumber : Kemlu

About the Author

Leave a Reply