Berbagai Perpecahan Negeri Ini Bermula Dari Berita Hoax

Berbagai Perpecahan Negeri Ini Bermula Dari Berita Hoax

SahabatKharis.com – Perkembangan Teknologi Informasi yang semakin tinggi ternyata memiliki dampak negatif di kalangan masyarakat. Salah satu dampak negatif yang menjadi fenomena terkini adalah membanjirnya informasi atau berita tidak benar yang biasa di sebut Hoax.

Maraknya peredaran berita-berita hoax belakangan berpotensi untuk menimbulkan perpecahan, instabilitas politik dan gangguan keamanan. Pasalnya, berita hoax kerap dianggap sebagai produk yang paling mudah untuk disebar di era keterbukaan informasi di Indonesia seperti sekarang ini dan cukup mumpuni untuk mempengaruhi opini masyarakat.

Fenomena ini mendorong Kemenkominfo bersama DPR-RI untuk mengadakan Diskusi Publik yang bertema “Optimalisasi Edukasi & Literasi Media Internet Untuk Merajut & Merawat Persatuan dalam kebhinekaan” yang diselenggarakan 4 Mei 2017 Di Kota Solo.

Diskusi Publik tersebut Dihadiri oleh Ketua Komisi I DPR RI Dr. Abdul Kharis Almsyhari, Dr Fadhilah Mathar Direktur umum BP3TI Kemenkominfo serta Bpk Winarno, M.Eng Akademisi & Pengamat Informatika UNS.

Dalam Diskusi Publik Abdul Kharis mengajak seluruh pihak untuk bijak & efisensi serta harus memiliki kebermanfaatan dalam setiap menggunakan media internet.

“Selain itu masyarakat juga harus ikut peran aktif menghentikan penyebaran jika ada berita-berita bohong dan fitnah yang dapat mengakibatkan perpecahan bangsa, terutama yang beredar melalui media sosial,” kata Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.

Sementara itu, dalam sambutannya, Ibu fadhilah mengemukakan bahwa pemerintah sedang melakukan penyelesaian pembangunan palapa ring, sehingga dalam jangka waktu kedepan akses internet akan menjangkau dinikmati oleh masyarakat yang tinggal di wilayah- wilayah terluar.

Direktur Umum BP3TI ini berharap dengan diadakannya diskusi publik ini masyarakat semakin sadar akan pentingnya budaya literasi dalam menyerap literasi.

“Dengan mudahnya tingkat akses internet masyarakat, maka diperlukan penyaringan agar masyarakat terhindar dari informasi yang merugikan,” ujarnya.

Sedangkan Winarno selaku akademisi sekaligus pengamat lebih menekankan bagaimana langkah -langkah mengenali serta menangkal berita hoax melalui media sosial.

About the Author

Leave a Reply