Banyak Tokoh Penting Indonesia yang Namanya Besar karena Peran Sosial Media

Banyak Tokoh Penting Indonesia yang Namanya Besar karena Peran Sosial Media

SahabatKharis.com – Abdul Kharis Almasyhari, Ketua Komisi I DPR RI, mengatakan banyak tokoh penting Indonesia yang namanya dikenal dan dibesarkan lewat media sosial.

Pernyataan tersebut disampaikan saat acara diskusi publik oleh Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) diPabelan, Kartasura, Sukoharjo, Kamis (4/5/2017).

“Banyak publik figur Indonesia saat ini yang namanya dibesarkan lewat sosial media,” ucap Abdul Kharis Almasyhari, Ketua Komisi I DPR RI.

Menurutnya, tren tersebut tidak berbeda dengan Amerika Serikat pada rezim Obama.

“Sama dengan Amerika saat dipimpin Obama, nama Obama dibesarkan oleh sosial media,” kata Abdul.

“Tapi coba lihat kemenangan Trump, kalau dilihat dari sosmed jelas Hillary lebih unggul, anehnya kemenangan malah diperoleh Trump,” tambah Abdul.

Abdul lantas mengungkapkan kemenangan Trump disebabkan karena Trump menggunakan keakuan.

Menurut Abdul, keakuan adalah hal positif tentang seseorang atau kelompok yang diinginkan seseorang/kelompok itu sendiri.

“Seperti Amerika akan bagaimana, Amerika akan dapat apa, Amerika akan dihormati siapa, masyarakat mendapat untung apa,” jelas Abdul.

“Itu sangat berpengaruh, apalagi kalau keakuan tersebut memiliki dasar yang jelas,” kata dia.

Menurutnya, jenuh tidaknya masyarakat terhadap sosial media kelak, tergantung apa saja yang disampaikan sosial media itu sendiri.

Sumber : Tribunnews

Soal Pilgub Jateng 2018, DPP PKS Masih dalam Tahap Komunikasi Internal

Soal Pilgub Jateng 2018, DPP PKS Masih dalam Tahap Komunikasi Internal

SahabatKharis.com – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) belum mengambil langkah pasti terkait Pilgub Jateng 2018 mendatang.

Hal tersebut disampaikan Ketua DPR RI Komisi I, sekaligus Wakil Bendahara DPP PKS, Abdul Kharis Almasyhari.

Ia mengatakan saat ini pihaknya masih dalam tahap komunikasi internal.

Untuk Pilgub Jateng kami sedang komunikasi internal partai untuk menentukan langkah terbaik,” ujar Abdul Kharis Almasyhari, kepada TribunSolo.com, usai mengisi acara Kominfo di Kartasura, Kamis (4/5/2017), siang.

“Kami kan harus berdiskusi juga dengan partai lain untuk komposisinya bagaimana, bukan partai kami sendiri jadinya,” tambahnya.

Menurutnya, detail teknis bisa ditanyakan kepada DPW PKS Jawa Tengah.

“Lebih detailnya bagaimana, tanyakan saja kepada Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Jateng,” katanya.

Menurut Abdul, Pilgub Jateng merupakan urusan rumah tangga PKS DPW Jateng.

Adapun kewenangan DPP hanyalah pada tahap pengambilan keputusan atas usulan yang diajukan DPW.

“Alurnya dari DPW dulu, DPP di tingkat pengambilan keputusan, tinggal cocok enggak ada usulan dan alasan DPW dengan DPP,” tutur Abdul.

Saat disinggung tentang kinerja Gubernur Jateng incumbent, Ganjar Pranowo, Abdul menyatakan cukup baik tapi belum maksimal.

“Ya lumayan baik lah tapi belum maksimal, karena tujuan jangka panjang juga butuh waktu lama,” tandas Abdul.

Sumber : Tribunnews

Berbagai Perpecahan Negeri Ini Bermula Dari Berita Hoax

Berbagai Perpecahan Negeri Ini Bermula Dari Berita Hoax

SahabatKharis.com – Perkembangan Teknologi Informasi yang semakin tinggi ternyata memiliki dampak negatif di kalangan masyarakat. Salah satu dampak negatif yang menjadi fenomena terkini adalah membanjirnya informasi atau berita tidak benar yang biasa di sebut Hoax.

Maraknya peredaran berita-berita hoax belakangan berpotensi untuk menimbulkan perpecahan, instabilitas politik dan gangguan keamanan. Pasalnya, berita hoax kerap dianggap sebagai produk yang paling mudah untuk disebar di era keterbukaan informasi di Indonesia seperti sekarang ini dan cukup mumpuni untuk mempengaruhi opini masyarakat.

Fenomena ini mendorong Kemenkominfo bersama DPR-RI untuk mengadakan Diskusi Publik yang bertema “Optimalisasi Edukasi & Literasi Media Internet Untuk Merajut & Merawat Persatuan dalam kebhinekaan” yang diselenggarakan 4 Mei 2017 Di Kota Solo.

Diskusi Publik tersebut Dihadiri oleh Ketua Komisi I DPR RI Dr. Abdul Kharis Almsyhari, Dr Fadhilah Mathar Direktur umum BP3TI Kemenkominfo serta Bpk Winarno, M.Eng Akademisi & Pengamat Informatika UNS.

Dalam Diskusi Publik Abdul Kharis mengajak seluruh pihak untuk bijak & efisensi serta harus memiliki kebermanfaatan dalam setiap menggunakan media internet.

“Selain itu masyarakat juga harus ikut peran aktif menghentikan penyebaran jika ada berita-berita bohong dan fitnah yang dapat mengakibatkan perpecahan bangsa, terutama yang beredar melalui media sosial,” kata Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.

Sementara itu, dalam sambutannya, Ibu fadhilah mengemukakan bahwa pemerintah sedang melakukan penyelesaian pembangunan palapa ring, sehingga dalam jangka waktu kedepan akses internet akan menjangkau dinikmati oleh masyarakat yang tinggal di wilayah- wilayah terluar.

Direktur Umum BP3TI ini berharap dengan diadakannya diskusi publik ini masyarakat semakin sadar akan pentingnya budaya literasi dalam menyerap literasi.

“Dengan mudahnya tingkat akses internet masyarakat, maka diperlukan penyaringan agar masyarakat terhindar dari informasi yang merugikan,” ujarnya.

Sedangkan Winarno selaku akademisi sekaligus pengamat lebih menekankan bagaimana langkah -langkah mengenali serta menangkal berita hoax melalui media sosial.