Ketua Komisi I DPR Kagum Dengan Antusias Peserta Seminar Internasional Unhan

Ketua Komisi I DPR Kagum Dengan Antusias Peserta Seminar Internasional Unhan

SahabatKharis.comKetua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyhari ikut menghadiri Indonesia International Defense Science Seminar (IIDSS) yang diselenggarakan oleh Universitas Pertahanan (Unhan) di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Selasa (12/7/2017).  

Abdul Kharis mengaku kagum dengan antusiasme peserta seminar dalam diskusi-diskusi akademis yang fokus pada ilmu pertahanan.

“Para pembicara dari luar negeri dan dalam negeri sangat konsisten dan kompeten dalam melakukan analisa berbagai isu-isu di dunia dari perspektif pertahanan, yang pada muaranya terkait dengan kepentingan nasional Indonesia di masa depan,” kata Abdul Kharis, Selasa (12/7/2017). 

Ia yakin dengan Unhan akan bisa mengawal kepentingan nasional Indonesia di forum-forum ilmiah.

“Saya yakin kemampuan Unhan mengawal kepentingan nasional Indonesia di forum-forum ilmiah seperti seminar internasional tersebut,” lanjutnya.

International Defense Science Seminar (IIDSS) diselenggarakan oleh Universitas Pertahanan (Unhan) di Sentul, Bogor, Jawa Barat, dan akan berlangsung selama 2 hari mulai dari 12-14 Juli 2017.

Sumber : Okezone

 

Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyhari dan Hobinya Memacu Sepeda

Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyhari dan Hobinya Memacu Sepeda

SahabatKharis.com – Aktivitas Kharis sebagai ketua Komisi I DPR tak bisa dibilang longgar. Namun, dia selalu menyempatkan diri menunggangi road bike di berbagai daerah. Malah, dia kini getol menularkan hobinya itu kepada rekan-rekannya di Partai Keadilan Sejahtera.

Sosok Abdul Kharis Almasyhari mudah dikenali di antara jajaran anggota komisi I. Postur badannya tinggi dan langsing meski sudah memasuki usia 48 tahun. Kalau ditanya apa resepnya, pria berlatar belakang keluarga pemilik pesantren di Jawa Tengah itu menjawab dengan mata berbinar. Bersepeda.

Sejak 2007, Abdul Kharis Almasyhari aktif mengayuh road bike di berbagai lintasan aspal di Jawa. Bahkan, jika waktunya cocok, Kharis tak segan mengikuti berbagai event di daerah demi menggelorakan semangat bersepeda.

’’Sejak aktif bersepeda, berat badan sudah turun 11 kilogram. Dulu berat saya 90-an, sekarang konsisten di 84 atau 85 kilogram,’’ kata Kharis kepada Jawa Pos.

Sejak SMP mengayuh Sepeda Jengki

Legislator Partai Keadilan Sejahtera tersebut bercerita, kesukaannya terhadap sepeda dimulai dari bangku SMP. Ketika itu Kharis muda tinggal di Kabupaten Purworejo. Setiap hari dia mengayuh sepeda jengki miliknya dari rumah menuju sekolah dengan jarak sekitar 14 km. ’’Kalau bolak-balik sama pulang kan 28 km,’’ ujar pria kelahiran 25 Agustus 1968 itu.

Ketua Komisi I Minta Pemerintah Penuh Perhitungan Sebelum Kirim TNI ke Filipina

Ketua Komisi I Minta Pemerintah Penuh Perhitungan Sebelum Kirim TNI ke Filipina

SahabatKharis.com – Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyhari meminta pemerintah berhati-hati ketika nantinya memutuskan untuk mengirim TNI ke Marawi, Filipina, untuk memberantas ISIS.

Ia menyatakan, Komisi I memang mengimbau pemerintah melalui Kementerian Pertahanan untuk terlibat aktif dalam berbagai upaya mengamankan wilayah NKRI dan salah satu caranya bisa dengan mengirim pasukan ke Filipina.

Namun, ia mengingatkan agar pengiriman pasukan tidak menghadirkan dampak negatif.

Sebab bisa saja nantinya ISIS menaruh dendam kepada TNI dan memindahkan operasi militernya ke Indonesia.

“Tujuan kita kan mengamankan negara kita. Bukan kemudian ikut campur di sana. Oleh karena itu, fokusnya mengamankan negara kita. Bukan kemudian ikut campur dengan negara orang,” ujar Kharis di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (6/7/2017).

Hingga saat ini, Kharis mengaku Komisi I belum menerima surat terkait konsultasi pengiriman pasukan ke Filipina.

“Intinya kita minta agar Kemhan ikut aktif dalam mengamankan wilayah NKRI. termasuk apabila diminta bantuan oleh Filipina untuk kita terlibat. Tentu dengan penuh perhitungan,” papar Kharis.

“Sehingga kekhawatiran mereka (ISIS) dendam ke kita bisa kita hindari. Jadi kita amankan negara kita tanpa kita harus memperpanas situasi,” lanjut politisi PKS itu.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan, Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengizinkan Indonesia terlibat dalam operasi militer untuk menggempur ISIS di Marawi, Filipina Selatan.

Operasi tersebut bertujuan untuk mencegah penyebaran kekuatan kelompok teroris yang berafiliasi dengan ISIS.

“Presiden Filipina Duterte sudah mengiyakan. Saya sudah bertemu Presiden Filipina dan Menhan Filipina. Dia dukung penuh, silahkan saja katanya,” ujar Ryamizard.

Ryamizard mengatakan, rencana operasi militer tersebut masih menunggu pembentukan payung hukum yang tepat.

Berdasarkan hukum Filipina, operasi militer yang melibatkan negara lain harus mendapatkan persetujuan dari unsur parlemen, meski presiden sudah menyetujui.

“Sedang kami pikirkan karena payung hukumnya belum ada. Walaupun Presiden mengiyakan, tapi itu kan presiden, yang lain kan, seperti kongres belum tentu,” kata Ryamizard.

Sumber : Kompas

 

Komisi I Minta KBRI Mesir Upayakan Pembebasan 4 Mahasiswa Indonesia

Komisi I Minta KBRI Mesir Upayakan Pembebasan 4 Mahasiswa Indonesia

SahabatKharis.com – Empat mahasiswa Indonesia ditahan oleh aparat kemanan Mesir. Penahanan empat mahasiswa Al-Azhar University itu sejak 3 Juni 2017.

Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari meminta Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI, khusunya Kedutaan Besar RI (KBRI) untuk Mesir, terus memberikan pendampingan kepada empat mahasiswa Indonesia tersebut.

“Dan upaya untuk bisa segera membantu mereka untuk bisa segera kembali,” kata Abdul, di Gedung Nusantara II Komplek Parlemen, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis, 6 Juli 2017.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menyampaikan, pihaknya akan membahas polemik penahanan empat mahasiswa Indonesia tersebut dengan Kemenlu. Kebetulan, kata dia, dalam waktu dekat Komisi I DPR RI akan menggelar rapat kerja dengan Kemenlu.

“Kita minggu depan akan rapat dengan kemenlu,” ungkap dia.

Ketika ditanya apakah Komisi I DPR RI juga akan memanggi Duta Besar Mesir untuk Indonesia untuk mendalami penahanan empat mahasiswa tersebut, legislator dari daerah pemilihan Jawa Tengah V ini menjawab, belum perlu.

“Jadi tidak memanggil secara khusus, akan tetapi memang minggu depan sudah dijadwalkan ya, kita akan rapat dengan mereka (Kemenlu),” jelasnya.

Selain itu, Abdul mengimbau agar KBRI dan Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di luar negeri harus sensitif terhadap situasi sosial dan politik yang terjadi di negara yang ditempati. Sehingga, WNI bisa meminimalisir kemungkinan yang tidak diinginkan, di antaranya penahanan yang dialami oleh empat mahasiswa Indonesia di Mesir.

“Sesungguhnya memang di negara mana pun, kita harus mengerti situasi tempat kita berada. Kalau  tempat itu tidak boleh dikunjungi, ya jangan dikunjungi,” kata Abdul, mengingatkan.

Sumber : Metrotvnews