Kunjungi CAC, Politikus PKS Puji Kebijakan Siber Cina Tangkal Hoaks

Kunjungi CAC, Politikus PKS Puji Kebijakan Siber Cina Tangkal Hoaks

SahabatKharis.com – Komisi I DPR-RI mempelajari undang-undang tentang siber di Cina yang memungkinkan untuk diterapkan di Indonesia. Tujuannya guna menangkal ancaman terhadap kedaulatan negara.

“Tadi kami banyak belajar bagaimana membuat undang-undang untuk mengamankan negara kita dari ancaman kedaulatan melalui siber. Dan bisa diterapkan di Indonesia,” kata Ketua Komisi I Abdul Kharis Almasyhari sesuai bertemu dengan para pejabat Badan Siber Cina (CAC) di Beijing, Selasa (31/10).

Kharis menganggap fungsi dan peran CAC sangat bagus dalam menjaga kedaulatan Cina dari pengaruh atau kemungkinan serangan siber dari negara lain atau dalam negeri.

“Mereka tetap menjaga prinsip internet sebagai suatu yang terbuka, tapi harus tunduk terhadap hukum. Jadi, mereka buat peraturan perundang-undangan yang betul-betul melindungi dan menjaga kedaulatan negara Cina, termasuk salah satunya menangkal hoaks,” kata politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.

Ia mengaku sependapat dengan kebijakan yang diterapkan di Cina dengan memblokir platform media sosial global, seperti WhatsappGoogle, dan lain sebagainya guna memastikan warga negara dan kedaulatan negaranya benar-benar aman dari pengaruh negatif siber.

“Bukan WA-nya dan Google-nya, tapi pengguna-penggunanya yang mungkin saja membahayakan negara sehingga mudah dikontrol oleh undang-undang,” kata ketua komisi yang membidangi urusan luar negeri, pertahanan, intelijen, komunikasi, dan informasi itu.

Dia pun menegaskan bahwa sistem kontrol penuh seperti yang dilakukan oleh CAC itu sangat mungkin bisa diterapkan di Indonesia.

“Sepanjang undang-undang ada, nggak ada masalah diterapkan di Indonesia. Masalahnya undang-undang kita mesti diperbaiki dan kita buat undang-undang yang memang akan menjadi payung hukum agar bagaimana kita bisa menjaga kedaulatan dari ancaman siber ini,” ujar Kharis.

Turut mendampingi Kharis dalam kunjungannya ke Beijing dan Xi’an, Provinsi Shaanxi, pada 30 Oktober-3 November 2017 itu adalah Asril Hamzah Tanjung (Wakil Ketua Komisi I/Gerindra), Hanafi Rais (Wakil Ketua Komisi I/PAN), Nico Siahaan (anggota/PDIP), Bambang Atmanto Wiyogo (anggota/Golkar), dan Budi Youyastri (anggota/PAN). Selain CAC di Beijing, Komisi I juga mengunjungi industri elektronik Huawei, Kongres Nasional Rakyat China (NPC), Tembok Besar, Kota Terlarang, dan Masjid Niujie.

Komisi I DPR kunjungi Masjid Niujie Beijing

Komisi I DPR kunjungi Masjid Niujie Beijing

SahabatKharis.com – Pimpinan dan anggota Komisi I DPR-RI mengunjungi Masjid Niujie, Beijing, Selasa, di sela kunjungan kerja di China pada 30 Oktober-3 November 2017.

Enam pimpinan dan anggota komisi yang membidangi luar negeri, pertahanan, intelijen, komunikasi, dan informasi itu tiba di Masjid Niujie setelah mengadakan pertemuan dengan Badan Siber China (CAC).

Begitu memasuki kompleks masjid terbesar di Beijing itu, rombongan yang dipimpin Ketua Komisi I Abdul Kharis Almasyhari langsung menuju makam dua imam Masjid Niujie, Syekh Ali bin Al Qadir Imaduddin Bukhori dan Syekh Al Burthoni Al Qazwayni.

Setelah mengambil air wudhu, mereka menunaikan shalat zuhur berjemaah dengan sesama anggota Komisi I beserta istri.

Mereka menyempatkan diri foto bersama di dalam dan halaman masjid di Distrik Xuanwu yang pernah dikunjungi Presiden Joko Widodo pada 14 Mei 2017 dan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur pada 3 Desember 1999 itu.

Kharis dan Wakil Ketua Komisi I Asril Hamzah Tanjung tampak mengagumi jam “bentes” atau penunjuk waktu shalat berdasarkan perputaran matahari yang masih berdiri kokoh di depan menara sebelah utara bangunan utama masjid.

“Masih ada jam beginian ya. Dulu di masjid kampung saya ada,” kata Kharis, politikus Partai Keadilan Sejahtera, kepada rekannya dari Partai Gerindra itu.

Keduanya pun foto bersama istrinya masing-masing di depan jam “bentes” yang terbuat dari batu pualam.

“Saya sangat kagum karena di tengah Kota Beijing ada satu masjid yang sangat eksotik dibangun pada 1700-an. Ini menandai dakwah Islam sudah sampai di China,” katanya kepada Antara. 

Turut mendampingi Kharis dan Asril saat mengunjungi Masjid Niujie adalah Hanafi Rais (Wakil Ketua Komisi I/PAN), Nico Siahaan (anggota/PDIP), Bambang Atmanto Wiyogo (anggota/Golkar), Budi Youyastri (anggota/PAN), dan Suargana Pringganu (Konsuler Politik KBRI Beijing).

Di Beijing mereka dijadwalkan bertemu dengan pihak PT Huawei, CAC, Kongres Nasional Rakyat China (NPC) selain juga mengunjungi Tembok Besar dan Kota Terlarang.

Mereka akan bertolak menuju Xian, Provinsi Shanxi, Rabu (1/11), untuk bertemu dengan parlemen daerah dan komunitas Muslim setempat.