KOMISI I BAHAS RENCANA KERJA SAMA TELEKOMUNIKASI RI-RUSIA

KOMISI I BAHAS RENCANA KERJA SAMA TELEKOMUNIKASI RI-RUSIA

SahabatKharis.com – Komisi I DPR membahas rencana kerja sama bidang telekomunikasi dan kedirgantaraan antara Indonesia dengan Federasi Rusia, khususnya Badan Usaha Milik Negara (BUMN) milik Rusia, Roscosmos.

Dalam kesempatan itu, direksi Roscosmos menyampaikan beberapa tawaran kerja sama dengan pemerintah Indonesia, dalam hal ini kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

“Ada beberapa hal yang disampaikan delegasi Rusia. Intinya mereka menyampaikan semacam penawaran, dan penjelasan terhadap produk-produk antariksa mereka, mulai dari yang berkaitan dengan antariksa sepenuhnya, peluncuran-peluncuran roket dan juga untuk telekomunikasi,” kata Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari usai pertemuan dengan delegasi Rusia, pekan lalu.

Kharis didampingi segenap pimpinan Komisi I DPR, seperti Meutya Viada Hafid, Asril Hamzah Tanjung, Bambang Wuryanto, dan Hanafi Rais. Hadir juga Anggota Komisi I DPR, Budi Youyastri (F-PAN).

Sementara itu, Ketua delegasi Rusia, Director of Bussiness Development Roscosmos Anna Kudryavtseva didampingi Wakil Duta Besar Rusia untuk Indonesia Oleg V. Kopylov.

Dalam pertemuan, tambah Kharis, Rusia menyampaikan sangat siap untuk bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia di bidang telekomunikasi, yang juga merupakan wilayah kerja Komisi I DPR. Menurutnya, Rusia sangat ingin menjalin persahabatan dengan melakukan kerja sama di bidang telekomunikasi.

“Saya kira ini berkaitan dengan Kemenkominfo, dan Kemenkominfo punya rencana untuk mengembangkan telekomunikasi. Sepanjang nanti sesuai atau seperti yang diinginkan Kemenkominfo, saya kira kita tunggu. Tentunya ini tidak dari Rusia saja, ada juga dari vendor-vendor yang lain atau negara-negara yang lain menawarkan teknologi, yang saya kira hampir sama,” papar politisi Fraksi PKS itu.

Dalam kesempatan ini juga terungkap mengenai rencana kedatangan Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin ke Indonesia dalam waktu dekat.

“Mereka sedang menyiapkan rencana kunjungan Presiden Putin. Mereka berharap, jika semua persiapannya beres, disampaikan oleh mereka, Presiden Putin akan berkunjung ke Indonesia sebelum akhir tahun ini. Tapi tergantung dari persiapan mereka,” tandas politisi dapil Jawa Tengah itu.

Sebelumnya, Wakil Duta Besar Rusia untuk Indonesia Oleg V. Kopylov menyampaikan, pihaknya merencanakan kedatangan Presiden Putin ke Indonesia. Jika substansi persiapan dan persiapan lainnya sudah selesai, maka kunjungan dapat dilaksanakan sebelum akhir tahun ini.

“Kami berharap kedatangan Presiden Rusia ke Indonesia, dapat menandatangani kerja sama dan beberapa proyek. Utamanya hubungan kemitraan strategis, sehingga memiliki fungsi strategis dan memperhatikan ekonomi kedua negara, sehingga kerja sama ini konkret. Selain itu, hubungan ekonomi menjadi kuat dan menjadi pondasi bagi kedua negara,” kata Kopylov.

Di sisi lain, Kopylov berharap Komisi I DPR RI dapat medukung rencana kerja sama antara Pemerintah Indonesia dengan Roscosmos.

“Saya menyampaikan apresiasi terhadap dukungan Komisi I terhadap hubungan kerja sama, dan berharap pada dukungan-dukungan kerja sama berikutnya,” kata Kopylov.

Sementara itu, Anna Kudryavtseva memaparkan, Roscosmos merupakan 100 persen milik Pemerintah Federasi Rusia. Ada tiga fungsi utama Roscosmos, yakni menentukan kebijakan negara, regulasi, dan melakukan kegiatan komersial di bidang dirgantara dan antariksa.

“Ada banyak prestasi yang telah dicapai Roscosmos. Mulai dari peluncuruan kosmonot pertama, dibuatnya roket antariksa, stasiun antariksa, yang telah dilaksanakan lebih dari 3 ribu peluncuran. Roscosmos juga bisa disebut kota kecil, dimana ada 70 organisasi bersangkutan, dan lebih dari 250 petugas,” kata Anna.

Anna menjelaskan, sebelumnya pihaknya sudah bertemu dengan Kemenkominfo. Sebagai langkah pertama, pihaknya mengusulkan kepada Indonesia adalah pembuatan satelit geostasioner yang diusulkan Kemenkominfo. “Kami menawarkan untuk mendirikan semua infrastruktur yang diperlukan untuk proyek tersebut, pembiayaan, dan joint venture dengan perusahaan Indonesia. Untuk memanfaatkan wahana antariksa itu selama 10 tahun,” jelas Anna.

Sumber : DPR

MEF Kemhan Masih Ketergantungan Impor

MEF Kemhan Masih Ketergantungan Impor

SahabatKharis.com – Minimum Essential Force (MEF) yang dicanangkan Kementerian Pertahanan RI sejak tahun 2010 bertujuan untuk menciptakan kemandirian alat utama sistem pertahanan (Alutsista).

Meski sudah berjalan selama delapan tahun, namun ketergantungan terhadap Alutsista impor masih tinggi.

Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari menilai alasan ketergantungan impor Alutsista ini lantaran Indonesia belum memiliki lisensi.

Menurutnya biaya membayar lisensi kepada negara pembuat Alutsista dengan membeli tak terpaut jauh. Itulah sebabnya Indonesia masih terus mengimpor alutsista.

“Kadang-kadang orang pada tanya kenapa kita terus impor, ya karena tidak punya lisensi,” ujar saat ditemu di gedung dewan, (27/3).

Lebih lanjut Abdul memberikan contoh, PT PAL Indonesia yang mampu memproduksi kapal perang sendiri masih tetap membayar lisensi ke Korea Selatan.

“Kita tidak bayar lisensi terkecuali kalau itu temuan kita sendiri. Cuma Pak Habibie yang mampu menciptakan desain sayap pesawat, sehingga negara lagi yang bayar ke kita,” tutup anggota Dewan dari Fraksi PKS itu.

Kapal Motor Cepat Kodam Jaya Tenggelam, DPR Sarankan Investigasi

Kapal Motor Cepat Kodam Jaya Tenggelam, DPR Sarankan Investigasi

SahabatKharis.com – Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyhari menyampaikan duka cita atas kecelakaan laut Kapal KMC milik Kodam Jaya yang tenggelam di Kepulauan Seribu. Diketahui, peristiwa tersebut terjadi pada Senin (12/3/2018) hari ini, sekitar pukul 11.00 WIB.

KMC milik Kodam Jaya diketahui tiba di Pulau Seribu untuk persiapan hari ulang tahun (HUT) ke-72 Persatuan Istri Prajurit (Persit) yang juga dihadiri Ibu Negara Iriana Joko Widodo. Kharis berharap peristiwa yang terjadi tak terulang lagi.

“Atas peristiwa ini saya menyampaikan duka cita mendalam, semoga segera dan cepat di berikan pertolongan. Saya harap ada investigasi mendalam kenapa terjadi. Apakah faktor alam atau apa, harapan saya tak terulang lagi,” kata Abdul Kharis dalam keterangan tertulis kepada Wartawan di Jakarta.

Politisi PKS ini merasa prihatin atas musibah itu. Sebab kata dia, dalam beberapa hari sudah dua musibah yang menghampiri.

“Berbagai faktor bisa berpengaruh baik cuaca, manusia dan alatnya, rasanya kesedihan kita belum usai kemarin musibah Satu unit tank M113 milik TNI AD tenggelam di Sungai Bogowonto, Purworejo, Sabtu (10/3/2018), hari ini kapal motor TNI.”

“Keprihatinan mendalam semoga tidak ada korban jiwa, semua penumpang saya harap selamat semua, perlu segera dilakukan pengecekan menyeluruh dan terintegrasi semua alutsista TNI,” lanjut Kharis

Sumber : kabar news

Komisi I Berniat Datangi Lokasi Kecelakaan Tank di Purworejo

Komisi I Berniat Datangi Lokasi Kecelakaan Tank di Purworejo

SahabatKharis.com -Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyhari menyampaikan duka cita atas peristiwa kecelakaan tank di Purworejo, Jawa Tengah. Dia berharap peristiwa ini tak terulang lagi.

“Atas peristiwa ini kepada prajurit yang gugur dan guru yang meninggal saya menyampaikan duka cita mendalam. Saya harap ada investigasi mendalam kenapa terjadi. apakah faktor alam atau apa, harapan saya tak terulang lagi,” kata Abdul Kharis saat dihubungi, Minggu (11/3/2018).
“TNI mendekatkan diri ke masyarakat kan sudah lama. Dahulu kita kalau mau ada acara outdoor sering minta instruktur dari TNI, pinjam alat seperti tenda dari TNI, juga pinjam truk untuk angkutan,” ujarnya.
Abdul berpendapat, kegiatan mengikutsertakan anak PAUD dan TK menumpangi kendaraan tempur (ranpur) sebagai bagian mendekatkan diri TNI kepada masyarakat. Upaya mendekatkan diri TNI kepada masyarakat menurutnya sudah terjadi sejak lama.
“Kami berencana ke sana lakukan kunjungan. Komisi ada rencana, Kamis ke sana. Atau waktunya kita bahas lagi. Kita ingin dengar dari mereka seperti apa,” ujar Abdul.”Terkait acara ini mungkin tujuannya mendekatkan tentara dengan anak TK. Saya yakin tujuannya baik. Hanya mungkin perlu dipersiapkan peralatan dan keamanannnya. Karena ini untuk masyarakat,” sambung politikus PKS ini.

Dia mengatakan Komisi I dalam waktu dekat akan mendatangi lokasi kecelakaan tank yang terperosok ke aliran Sungai Bogowonto, Sabtu (10/3) siang. Komisi I berencana mendengar penjelasan dari Yonif Mekanis Raider 412/6/2 terkait peristiwa tersebut.
Dalam insiden ini mengakibatkan satu personel TNI AD, Pratu Randi Suryadi, dan Ketua Yayasan TK Ananda, Iswandari, meninggal dunia. Pihak Kostrad sedang menginvestigasi insiden ini. Pihak Kostrad juga menyatakan siap bertanggung jawab dan menyampaikan bela sungkawa terhadap keluarga korban dan masyarakat terkait insiden ini.

Sumber : detik.com