Gunakan Tas Gemblok dan Masker, Kharis Rutin Gunakan KRL

Gunakan Tas Gemblok dan Masker, Kharis Rutin Gunakan KRL

SahabatKharis.com – Stigma negatif memang tak hentinya terlontar untuk kehidupan anggota DPR RI yang dinilai mewah dan tak mau berkeringat, terlebih lagi harus merasakan transportasi rakyat yang berdesak-desakan.

Namun hal itu tidak berlaku untuk Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari. Diketahui, Kharis ternyata tiap akhir pekan lebih suka naik kereta listrik untuk menemui putranya, Faris, yang nge-kos di Depok.

“Saya tiap akhir pekan menemui anak ke-4 yang kuliah di FK UI (Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia),” kata Abdul Kharis.

“Dan Jumat besok ini saya Insya Alloh ke sana (Depok) lagi. Mau ikut naik KRL?” ajak Kharis sambil tersenyum.

Kenapa tidak naik mobil dinas? Kharis pun mengaku lebih suka naik KRL, selain untuk menghindari macet, juga lebih merakyat. Maklum, dirinya juga terlahir dari keluarga yang menanamkan hidup sederhana.

Dimana sang orang tua, KH Syaibani merupakan seorang Kyai pemilik pondok pesantren di Purworejo, Jawa Tengah.

“Ayah saya mengajarkan hidup sederhana kepada kami anak-anaknya,” tukasnya.

Meski tak mempermasalahkan harus berdesakan dengan penumpang lainnya? Kharis punya cara jitu agar tetap nyaman dan aman saat berada di dalam gerbong. Yakni menggunakan masker dan tas ditaruh di depan badan.

“Tas harus ditaruh depan dada biar gak dicopet. Dan pastinya pakai masker karena berjubel biar gak ketularan sakit, terutama kalo ada yang batuk dan flu,” ucapnya yang juga mengaku menunjukkan satu foto yang menunjukkan kebiasannya saat naik KRL menuju Statisiun Depok.

“Ini foto saat dipotret anak saya saat di dalam kereta,” selorohnya sambil tertawa kecil.

Untuk menuju Stasiun Depok, politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengaku selalu berjalan kaki dari kediamanya untuk menuju Stasiun Kalibata.

“Dari rumah saya pasti berjalan kaki sejauh 500 meter untuk ke Stasiun Kalibata buat naik KRL ke Depok. Ya hitung-hitung olahraga,” kata Kharis yang juga hobi bersepeda.

Tak hanya itu, Abdul Kharis juga menunjukkan kesederhanaan nya saat menjamu tamu di rumah dinasnya. Maklum, istri nya tinggal bersama orangtuanya di Solo, sementara sebagian anak yang lainnya mondok di pesantren.

“Istri saya tinggal sama orang tuanya yang sudah sepuh. Dan selain ada yg kuliah, ada pula yang mondok. Jadi saya tinggal di rumah dinas DPR ini sendiri,” ucap Kharis yang sambil menyediakan secangkir teh dan gorengan.

Tak hanya ke Depok, Kharis juga mengaku kerap menggunakan kereta api saat akan mengunjungi istrinya.

“Saya ke Solo juga selalu menggunakan kereta. Ya lebih seru aja,” tutup suami dari Retno Sintowati ini.

Sumber : Indopos

Berikut Foto Suasana Uji Kelayakan dan Kepatutan Panglima TNI di DPR

Berikut Foto Suasana Uji Kelayakan dan Kepatutan Panglima TNI di DPR

SahabatKharis.com – Komisi I DPR RI menggelar Uji Kelayakan dan Kepatutan Marsekal TNI Hadi Tjahjanto sebagai calon Panglima TNI oleh Komisi I DPR RI, Rabu, 6 Desember 2017.

Diketuai Abdul Kharis Almasyhari, berikut foto suasana Uji Kelayakan Dan Kepatutan tersebut.

Suasana Uji Kelayakan dan Kepatutan Marsekal TNI Hadi Tjahjanto sebagai calon Panglima TNI oleh Komisi I DPR RI, Rabu, 6 Desember 2017. #PanglimaTNI

Suasana Uji Kelayakan dan Kepatutan Marsekal TNI Hadi Tjahjanto sebagai calon Panglima TNI oleh Komisi I DPR RI, Rabu, 6 Desember 2017. #PanglimaTNI

 

Suasana Uji Kelayakan dan Kepatutan Marsekal TNI Hadi Tjahjanto sebagai calon Panglima TNI oleh Komisi I DPR RI, Rabu, 6 Desember 2017. #PanglimaTNI

Suasana Uji Kelayakan dan Kepatutan Marsekal TNI Hadi Tjahjanto sebagai calon Panglima TNI oleh Komisi I DPR RI, Rabu, 6 Desember 2017. #PanglimaTNI

Suasana Uji Kelayakan dan Kepatutan Marsekal TNI Hadi Tjahjanto sebagai calon Panglima TNI oleh Komisi I DPR RI, Rabu, 6 Desember 2017. #PanglimaTNI

Suasana Uji Kelayakan dan Kepatutan Marsekal TNI Hadi Tjahjanto sebagai calon Panglima TNI oleh Komisi I DPR RI, Rabu, 6 Desember 2017. #PanglimaTNI

Kunjungi CAC, Politikus PKS Puji Kebijakan Siber Cina Tangkal Hoaks

Kunjungi CAC, Politikus PKS Puji Kebijakan Siber Cina Tangkal Hoaks

SahabatKharis.com – Komisi I DPR-RI mempelajari undang-undang tentang siber di Cina yang memungkinkan untuk diterapkan di Indonesia. Tujuannya guna menangkal ancaman terhadap kedaulatan negara.

“Tadi kami banyak belajar bagaimana membuat undang-undang untuk mengamankan negara kita dari ancaman kedaulatan melalui siber. Dan bisa diterapkan di Indonesia,” kata Ketua Komisi I Abdul Kharis Almasyhari sesuai bertemu dengan para pejabat Badan Siber Cina (CAC) di Beijing, Selasa (31/10).

Kharis menganggap fungsi dan peran CAC sangat bagus dalam menjaga kedaulatan Cina dari pengaruh atau kemungkinan serangan siber dari negara lain atau dalam negeri.

“Mereka tetap menjaga prinsip internet sebagai suatu yang terbuka, tapi harus tunduk terhadap hukum. Jadi, mereka buat peraturan perundang-undangan yang betul-betul melindungi dan menjaga kedaulatan negara Cina, termasuk salah satunya menangkal hoaks,” kata politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.

Ia mengaku sependapat dengan kebijakan yang diterapkan di Cina dengan memblokir platform media sosial global, seperti WhatsappGoogle, dan lain sebagainya guna memastikan warga negara dan kedaulatan negaranya benar-benar aman dari pengaruh negatif siber.

“Bukan WA-nya dan Google-nya, tapi pengguna-penggunanya yang mungkin saja membahayakan negara sehingga mudah dikontrol oleh undang-undang,” kata ketua komisi yang membidangi urusan luar negeri, pertahanan, intelijen, komunikasi, dan informasi itu.

Dia pun menegaskan bahwa sistem kontrol penuh seperti yang dilakukan oleh CAC itu sangat mungkin bisa diterapkan di Indonesia.

“Sepanjang undang-undang ada, nggak ada masalah diterapkan di Indonesia. Masalahnya undang-undang kita mesti diperbaiki dan kita buat undang-undang yang memang akan menjadi payung hukum agar bagaimana kita bisa menjaga kedaulatan dari ancaman siber ini,” ujar Kharis.

Turut mendampingi Kharis dalam kunjungannya ke Beijing dan Xi’an, Provinsi Shaanxi, pada 30 Oktober-3 November 2017 itu adalah Asril Hamzah Tanjung (Wakil Ketua Komisi I/Gerindra), Hanafi Rais (Wakil Ketua Komisi I/PAN), Nico Siahaan (anggota/PDIP), Bambang Atmanto Wiyogo (anggota/Golkar), dan Budi Youyastri (anggota/PAN). Selain CAC di Beijing, Komisi I juga mengunjungi industri elektronik Huawei, Kongres Nasional Rakyat China (NPC), Tembok Besar, Kota Terlarang, dan Masjid Niujie.

DPR apresiasi pernyataan tegas Presiden soal Rohingya

DPR apresiasi pernyataan tegas Presiden soal Rohingya

SahabatKharis.com – Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari mengapresiasi pernyataan Presiden Joko Widodo yang tegas dan penyesalan atas tindakan kekerasan dan krisis kemanusiaan terhadap
etnis Rohingya di Rakhine, Myanmar.

“Sikap Indonesia terhadap tragedi kemanusiaan itu bukan hanya kecaman, tetapi juga dengan aksi nyata,” kata Abdul Kharis Almasyhari melalui pernyataan tertulisnya, di Jakarta, Senin.

Menurut Abdul Kharis, pernyataan Presiden Joko Widodo menyikapi kekerasan terhadap etnis Rohingya, sudah lama ditunggu dan dirinya mendukung penuh, agar tidak muncul lagi kekerasan berikutnya.

Kharis mengutip pernyataan Presiden Joko Widodo, bahwa perlu aksi nyata menyikapi krisis kemanusiaan terhadap penduduk muslim dari etnis Rohingya.

“Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk terus membantu kriris kemanusiaan, bersinergi dengan masyarakat sipil Indonesia dan juga masyarakat internasional, bahwa semua yang bersalah harus diadili di
Mahkamah Internasional,” tegas Kharis.

Anggota Fraksi PKS DPR RI menambahkan, seperti disampaikan Presiden Joko Widodo, Menteri Luar Negeri Indonesia dan Duta Besar Indonesia di Myanmar telah ditugaskan menjalin komunikasi intensif
dengan berbagai pihak untuk meminta Pemerintah Myanmar menghentikan tindakan kekerasan, sekaligus melindungi semua warga negaranya, termasuk warga muslim.

“Saya apresiasi langkah Menlu dan Dubes, tapi Pemerintah Indonesia harus lebih keras memberikan sanksi ekonomi, kalau perlu ASEAN mengembargo Myanmar agar tidak mengulangi kejahatan terhadap rakyatnya sendiri,” kata Kharis.

Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Tengah V ini menjelaskan, untuk penanganan kemanusiaan dan bantuan, menurut Joko Widodo, Pemerintah Indonesia telah mengirim bantuan makanan dan
obat-obatan, pada Januari dan Februari 2017, sebanyak 10 kontainer.

Dalam catatan tersebut, Pemerintah Indonesia juga telah membangun sekolah di Rakhine State dan segera akan membangun rumah sakit mulai Oktober mendatang.

“Bantuan untuk etnis Rohingya ini harus diberikan langsung, jangan diserahkan ke Pemerintah Myanmar, baik bantuan dari LSM maupun Pemerintah RI dan pastikan tidak ada lagi pengusiran, pembunuhan
terhadap rakyat muslim,” katanya.

DPR Minta Pemerintah Terus Berdiplomasi Selesaikan Konflik Israel-Palestina

DPR Minta Pemerintah Terus Berdiplomasi Selesaikan Konflik Israel-Palestina

SahabatKharis.com – Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari menilai langkah yang dilakukan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Luar Negeri sudah tepat dalam menyikapi adanya konflik antara Palestina dan Israel. Terutama peristiwa akhir-akhir ini yakni pemasangan metal detector oleh pihak keamanan negara zionis itu di pintu masuk Masjid Al Aqsa yang menyebabkan sulitnya umat Muslim untuk beribadah di sana.

Menurut Abdul Kharis, tak hanya mengecam, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi juga aktif berkomunikasi dengan Menlu Yordania sebagai pengampu Masjid AlAqsa, Menlu Turki dan Menlu Amerika Serikat sebagai negara sahabat yang punya hubungan diplomatik dengan Israel agar menekan dan menyampaikan protes keras kepada Israel.

Kepada Menlu Palestina dan Sekjen OKI juga bahwa Indonesia mengutuk keras dan mengecam semua langkah kekerasan dan pembunuhan terhadap warga Palestina dan AlAqsa” ungkap Abdul Kharis , Jumat (28/7/2017).

Sikap aktif Indonesia, menurut Kharis tak hanya sekedar kecaman namun selalu membawa persoalan Kemerdekaan Palestina dalam misi diplomatik dan selalu mendorong negara sahabat untuk mendukung kemerdekaan Palestina.

Hal ini, lanjut politikus Partai Keadilan Sejahtera itu sejalan dengan Pembukaan UUD 1945 yang menyatakan dan menegaskan bahwa Kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan penjajahan diatas dunia harus dihapuskan.

“Karena itu soal Palestina bukan sekedar isu agama, tapi Indonesia melihatnya sebagai isu kemerdekaan, kemerdekaan Palestina,” jelas Kharis.

Sebelumnya, selama hampir dua pekan terakhir umat Islam Palestina diimbau untuk tidak memasuki kompleks Masjid Al Aqsa karena langkah Israel menempatkan detektor logam. Muslim Palestina akhirnya melakukan protes dengan menunaikan salat di depan pintu masuk yang dijaga ketat.

Namun, Israel akhirnya sudah mencabut pagar serta kamera pengawas dari kompleks Masjid Al Aqsa, Yerusalem. Langkah tersebut disambut dengan imbauan dari Presiden Palestina Mahmoud Abbas agar umat Islam kembali memenuhi Haram al Sharif untuk menunaikan ibadah salat.

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia, Din Syamsuddin sampai kehabisan kata-kata dalam mengecam tindakan tentara Israeal yang melarang muslim Palestina untuk menjalakan ibadah di masjid Al Aqsa.

“Sudah habis kata-kata untuk mengecam, mengutuk atau yang lainnya atas tindakan tentara zionis Israel karena sudah menyentuh lambang suci umat Islam,” katanya di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Kamis 27 Juli 2017 kemarin.

Sumber : Okezone

Pimpinan Komisi I DPR Kecam Penutupan Masjid Al Aqsa oleh Israel

Pimpinan Komisi I DPR Kecam Penutupan Masjid Al Aqsa oleh Israel

SahabatKharis.com – Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari mengecam keras segala upaya yang dilakukan Israel terhadap situs Masjid Al Aqsa yang merupakan situs yang dilindungi PBB dan milik umat Islam dunia. Polisi Israel menutup Masjid Al-Aqsa di Yerusalem dan melarang warga Muslim Palestina shalat Jumat di masjid itu, setelah dua polisi Israel ditembak mati oleh tiga pria bersenjata di area masjid.

Kharis menegaskan, UNESCO atau badan pendidikan dan kebudayaan PBB, telah mengeluarkan pernyataan resmi tahun lalu yang menegaskan Masjid Al Aqsa (kompleks Haram Asy-Syarif) adalah situs suci milik umat Islam. Sehingga, upaya penutupan masjid atau segala tindakan kekerasan Israel di sana tidak dibenarkan sama sekali.

“Termasuk yang baru-baru ini menutup akses ke masjid, menggeledah jamaah sholat dan  memasang metal detector dan bentrokan berdarah dengan jamaah masjid yang akan berziarah dan sholat,” tegas Kharis dalam rilisnya kepada Parlementaria, Selasa (18/7/2017).

Politisi F-PKS itu juga meminta agar Kementerian Luar Negeri RI mengajukan protes ke PBB terkait langkah Israel tersebut. Indonesia bisa mengirimkan nota protes sebagai negara anggota PBB dengan mayoritas umat Islam, dengan meminta PBB agar melindungi Masjid Al Aqsa dari penjajahan dan kesewenangan rezim zionis penjajah tersebut.

“Kalau perlu, PBB kirim pasukan perdamaian ke sana karena resolusi PBB itu memungkinkan agar tidak muncul kembali upaya zionis mengganggu Masjid Al Aqsa,” tegas politisi asal dapil Jawa Tengah itu.

Kharis menilai, akibat dari penutupan masjid itu mempersulit akses ke Masjid Al Aqsa bagi setiap muslim yang ingin beribadah dan berziarah di tempat Nabi Muhammad SAW. Apalagi, tegas Kharis, umat Islam diwajibkan sholat Jumat dan  sholat lima waktu dalam sehari, dan dianjurkan berjamaah di masjid. Jadi Israel tidak boleh menghalangi ibadah umat Islam.

“Persoalan Masjid Al Aqsa akan terus berlarut-larut selama penjajah zionis Israel terus menguasai setiap jengkal tanah Palestina. Dalam Pembukaan UUD 45 jelas sekali amanat Konstitusi kita menyatakan dan menegaskan bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan penjajahan di atas dunia harus dihapuskan. Ini PR besar kita  dari para pendiri bangsa untuk kemerdekaan Palestina,” tutup Kharis.

Seperti diberitakan sebelumnya, pekan lalu tiga pria Arab bersenjata melakukan serangan telah ditembak mati, tak lama setelah menembaki dua polisi Israel hingga tewas. Aksi tiga pemuda itu sebagai bentuk perlawanan terhadap penjajahan masjid kiblat pertama umat Islam tersebut. (dpr.go.id)

 

Dokumentasi liputan Le Tour de Jogja 2017 (LTDJ 2017)

Dokumentasi liputan Le Tour de Jogja 2017 (LTDJ 2017)

Dokumentasi liputan Le Tour de Jogja 2017 (LTDJ 2017)

Dimana saya mengikutinya dan membuka kegiatan tersebut.
Terimakasih untuk panitia, para rider dan terimakasih untuk berbagai pihak yang telah ikut serta dan mendukung terselenggaranya event ini.


Tetap semangat and keep cycling.


Persiapkan dirimu dan sampai jumpa di event Le Tour de Jogja 2018 

Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyhari dan Hobinya Memacu Sepeda

Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyhari dan Hobinya Memacu Sepeda

SahabatKharis.com – Aktivitas Kharis sebagai ketua Komisi I DPR tak bisa dibilang longgar. Namun, dia selalu menyempatkan diri menunggangi road bike di berbagai daerah. Malah, dia kini getol menularkan hobinya itu kepada rekan-rekannya di Partai Keadilan Sejahtera.

Sosok Abdul Kharis Almasyhari mudah dikenali di antara jajaran anggota komisi I. Postur badannya tinggi dan langsing meski sudah memasuki usia 48 tahun. Kalau ditanya apa resepnya, pria berlatar belakang keluarga pemilik pesantren di Jawa Tengah itu menjawab dengan mata berbinar. Bersepeda.

Sejak 2007, Abdul Kharis Almasyhari aktif mengayuh road bike di berbagai lintasan aspal di Jawa. Bahkan, jika waktunya cocok, Kharis tak segan mengikuti berbagai event di daerah demi menggelorakan semangat bersepeda.

’’Sejak aktif bersepeda, berat badan sudah turun 11 kilogram. Dulu berat saya 90-an, sekarang konsisten di 84 atau 85 kilogram,’’ kata Kharis kepada Jawa Pos.

Sejak SMP mengayuh Sepeda Jengki

Legislator Partai Keadilan Sejahtera tersebut bercerita, kesukaannya terhadap sepeda dimulai dari bangku SMP. Ketika itu Kharis muda tinggal di Kabupaten Purworejo. Setiap hari dia mengayuh sepeda jengki miliknya dari rumah menuju sekolah dengan jarak sekitar 14 km. ’’Kalau bolak-balik sama pulang kan 28 km,’’ ujar pria kelahiran 25 Agustus 1968 itu.

KHUTBAH IEDUL FITHRI : IEDUL FITHRI 1438 HIJRIYAH SEBAGAI MOMENTUM KEBANGKITAN UKHUWAH ISLAMIYAH

KHUTBAH IEDUL FITHRI : IEDUL FITHRI 1438 HIJRIYAH SEBAGAI MOMENTUM KEBANGKITAN UKHUWAH ISLAMIYAH

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

الله ُأَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ (۳ x )
الله ُأَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالحَمْدُللهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ الله بُكْرَةً وَّأَصِيْلاً.

الحَمْدُللهِ حَمْدًا كَثِيرًا كَمَا أَمَرَ نَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى عَلىَ الَّذِى جَعَلَ مُحَمَّدً اِمَامًا لَّنَا وَلِسَائِرِ البَشَر. أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ الله وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ المَبْعُوْثُ لِلنَّاسِ لِيَنْفِذَهُمْ مِنْ كَيْدِ الشَّيْطَانِ وَيُنَجِّيهِمْ مِنْ عَذَابِ النَّارِ. اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِهِ الأَطْهَارِ وَأَصْحَابِهِ الأَخْيَارِ وَمَنْ تَبِعَهُ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ القِيَامَة.

أَمَّا بَعْدُ: أُوْصِيْكُمْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ المُتَّقُوْنَ.

قَالَ اللهُ تَعَالَى فِى القُرْآنِ الكَرِيْمِ وَهُوَ أَصْدَقُ القَائِلِيْنَ.
أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ الله الرَّحْمنِ الرَّحِيْم:

{يَاأَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ}

Assalamu’alaikum wa romatullahi wa barokatuh
Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar (3X)
Allahu akbar kabiro, wal hamdulillahi katsiro, wa subhanallahu bukrotaw-wa ashila

Alhamdullahi katsiran kama amar, nahmaduhu subhanahu wa ta’ala, ‘alal ladzi ja’ala Muhammadan imaman lana, wa li saa-iril basyar.

Asyhadu alla ilaha illa-Allahu wahdahu laa syarikalah, wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rosuluhu al-mab’utsu lin-nas, liyanfidahum min kaidis-syaithon wa yunajjihim min ‘adzabin-naar

Allahumma sholli wa sallim ‘ala Muhammadin,
wa ‘ala alihi adthaar wa ‘ashabihi akhyaar, wa man tab’iahu bi ihsani ila yaumil qiyamah.
Amma ba’du, ushikum bi taqwa-Allohi faqod faazal muttaqun.

Qola-Allohu ta’ala fil Quran-il kariem, wa huwa ashdaqul qoilin, a’udzubillahi min-as syaithonir-rajim bismillahi-rahmanirrahim: (Ya ayyuhal-ladzina aamanu kutiba ‘alaikumus-syiamu kama kutiba ‘alal-ladzina mink-qoblikum la’allakum tattaqun)

الله ُاَكْبَرُ وَاللهُ اَكْبَرُ اللهُ اَكْبَرُ وَللهِ الحَمْدُ

Ma’asiral muslimin Rahimakumullah, Jamaah salat idul fitri yang berbahagia…

Lantunan pujian dan syukur kita ucapkan ke hadirat Allah SWT, karena pada hari yang suci ini, kita masih diberikan nikmat keimanan juga kesehatan oleh Allah. Nikmat yang merupakan bukti bahwa Allah tiada pernah mengabaikan kita sebagai makhluk ciptaanNya. Setiap nafas yang kita hirup, darah yang mengalir di urat nadi, hingga Jantung yang yang memompanya tanpa henti, Semuanya itu tidak luput dari perhatian dan kasih sayang Allah SWT.

وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا ۗ إِنَّ اللَّهَ لَغَفُورٌ رَحِيمٌ

Wa in ta’uddu ni’mata-Allahi laa tuhshuha, inna-Alloha laghofurur rahiim

“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.

Salawat beserta Salam tidak henti-hentinya kita bermohon kepada Allah agar disampaikan kepada Baginda kita Nabi Muhammad SAW beserta keluarga, Sahabat-sahabat beliau, para pengikutnya hingga akhir zaman.

الله ُاَكْبَرُ وَاللهُ اَكْبَرُ اللهُ اَكْبَرُ وَللهِ الحَمْدُ

Ma’asiral muslimin Rahimakumullah

Kebersamaan Idul Fitri
Gema takbir, tahlil dan tahmid berkumandang diseluruh pelosok negeri bahkan di belahan jagad raya alam semesta ini, bersatu padu dalam irama membesarkan Allah, memuji dan mensucikan-Nya, sebagai ungkapan rasa syukur atas nikmat telah Allah anugerahkan, terutama dapat meraih kemenangan di hari yang fitri ini. Mengungkapkan syukur atas hidayah dan inayah Allah yang begitu besar karena telah berhasil mengikuti rentetan ibadah pada bulan Ramadhan sebagai jaminan untuk mendapatkan ganjaran dan ampunan.

Tidak ada beda antara yang berasal dari Asia, Arab atau Eropa, tidak pula dibedakan oleh warna kulitnya. Umat Islam seluruh dunia bertakbir, tahmid dan tahlil dengan kalimat yang sama, kebahagiaan yang sama. Seluruhnya itu adalah gambaran tentang kebersamaan dan persaudaraan umat Islam (Ukhuwah Islamiyah).

Dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim disebutkan perintah Rasulullah SAW secara khusus di Hari raya idul fitri dan adha untuk membawa seluruh keluarga untuk hadir, termasuk seluruh kerabat dan anak-anak, termasuk yang sedang haid sekalipun, meskipun tidak mengikuti shalat.

اَمَرَ رَسُوْلُ اللهِ ص اَنْ نُخْرِجَهُنَّ فيِ اْلفِطْرِ وَ اْلاَضْحَى اْلعَوَاطِقَ وَ اْلحُيَّضَ وَ ذَوَاتِ اْلخُدُوْرِ، فَاَمَّا اْلحُيَّضُ فَيَعْتَزِلْنَ الصَّلاَةَ

Amaro Rasulollah SAW an-nuhkrijahunna fil-fitr wa-adha al-‘awatiq wal haidha wa dzawatil khudur. Fa-ammal haidh fay’atazillanas-sholah

“Rasulullah SAW memerintahkan kepada kami untuk membawa keluar anak-anak, perempuan-perempuan haidl dan anak-anak perempuan yang masih gadis, pada Hari Raya Idul Fitri dan idul Adha. Adapun wanita-wanita yang haidl itu mereka tidak shalat”.
Hal ini dilakukan sebagai simbol kebersamaan, lambang persatuan umat. Juga sebagai ungkapan syukur yang bercampur gembira, lantaran mereka telah ber-idul fitri (kembali kepada kesucian (fitrah).

Namun di sisi lain perasaan haru dan sedih juga dialami oleh umat Islam, karena bulan Ramadhan yang amat mulia telah berlalu.

Jika kita berkaca pada sejarah, banyak peristiwa-peristiwa penting yang terukir dalam lembaran sejarah Islam yang terjadi pada Ramadhan. Peristiwa-peristiwa itu antara lain:

1). Kejayaan Rasul dan pasukannya dalam perang Badr, terjadi pada bulan Ramadhan tahun ke-2 Hijriyah;

2). Pembebasan kota Mekah terjadi pada Ramadhan tahun ke-8 Hijriyah;

3). Kemenangan umat Islam dalam perang Tabuk terjadi pada Ramadhan tahun ke-9 Hijriyah;

4). Pengiriman pasukan khusus yang dipimpin oleh Ali bin Abi Thalib ke Yaman terjadi pada bulan Ramadhan tahun ke-9 H. Setahun kemudian penduduk Yaman berbondong-bondong masuk Islam;

5). Penaklukan Afrika oleh pasukan Islam yang dipimpin oleh Uthbah ibn Nafi’, terjadi pada bulan Ramadhan tahun ke-53 H;

6). Islam menapakkan kaki ke Eropa di bawah pimpinan panglima Thariq bin Ziyad, terjadi pada bulan Ramadhan tahun ke-91 H; dan

7). Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945 juga bertepatan dengan hari jumat, 9 Ramadan 1364 hijriah.

Keseluruhan peristiwa sejarah itu mengambarkan kepada kita, umat Islam ini selalu terkait dan terikat satu sama lainnya. Melewati sekat-sekat kesukuan, etnis, ras, bangsa, hingga warna kulit. Kesamaan dan kebersamaan dalam ukhuwah Islamiyah.

Sebagaimana ketika Negara Republik Indonesia mendeklarasikan hari kemerdekaannya, maka negara-negara yang mayoritas beragama Islamlah yang pertama kali mengakui kemerdekaan bangsa Indonesia.

الله ُاَكْبَرُ وَاللهُ اَكْبَرُ اللهُ اَكْبَرُ وَللهِ الحَمْدُ

Terkait ukhuwah Islamiyah ini, bahkan dengan jelas Rasulullah SAW dalam khutbahnya menekankan:

أَيُّهَا النَّاسُ، إِسْمَعُوْا قَوْلِيْ وَاعْقِلُوْهُ، تَعْلَمُنَّ أَنَّ كُلَّ مُسْلِمٍ أَخٌ لِلْمُسْلِمِ، وَأَنَّ الْمُسْلِمِيْنَ إِخْوَةٌ، فَلاَ يُحِلُّ لاِمْرِىءٍ مِنْ أَخِيْهِ إِلاَّ مَا أَعْطَاهُ عَنْ طِيْبِ نَفْسٍ مِنْهُ، فَلاَ تُظْلَمُنَّ أَنْفُسَكُمْ

Ayyuhan-nas, isma’u qouli wa’qiluhu, ta’la-munna anna kulla muslimin akhun li-muslim, wa annal-muslimina ikhwatun. Fala yuhilla limri-in min akhi-hi illa ma ‘athahu ‘an thibin nafsin minhu, falaa tudzlamunna anfusakum

Wahai manusia sekalian! Dengarkan kata-kataku ini dan perhatikan! Kamu akan mengerti, bahwa setiap Muslim adalah saudara Muslim yang lain, dan kaum Muslimin semuanya bersaudara. Tetapi seseorang tidak dibenarkan (mengambil sesuatu) dari saudaranya, kecuali jika dengan senang hati diberikan kepadanya. Janganlah kamu menganiaya diri sendiri.

Peristiwa pemutusan diplomatik atas Negara Qatar beberapa waktu lalu oleh beberapa Negara Timur Tengah menjadi batu ujian bagi kebersamaan dan ukhuwah Islamiyah ini.

Pemutusan hubungan diplomatik yang dipelopori oleh Saudi ini sangat disayangkan. Oleh karena, sosok Raja Salman sejak awal kemunculannya banyak menerbitkan harapan perubahan dan perbaikan bagi kepemimpinan Saudi di kawasan bahkan dunia. Citra Saudi di era Raja Salman sudah demikian positif ditilik dari upaya beliau secara bilateral, misalnya kunjungan bersejarah ke beberapa negara Asia, hingga ragam agenda multilateral menggalang aliansi negara-negara Arab dan mayoritas Muslim.

Harapan kebersamaan dalam perjuangan isu kemerdekaan, perdamaian, dan kemanusiaan, semisal Kemerdekaan bangsa Palestina juga akan jauh melemah. Padahal sebagaimana tercantum dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 Indonesia mempunyai amanah agar turut serta dalam menghapus penjajahan, “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.”

Respon Negara Indonesia sendiri, Indonesia harus menjaga netralitas, menjalani prinsip ‘bebas dan aktif’ dalam kebijakan luar negeri. Indonesia sebagai Negara yang mayoritas adalah muslim ini harus senantiasa mendorong kepada persatuan, utamanya persatuaan dan kebersamaan Negara-negara muslim lainnya.

Maka pelajaran yang dapat kita ambil adalah, Untuk dapat mengukuhkan rasa persaudaraan kita dan semakin memperkuatnya, salah satu upaya yang sangat efektif adalah melaksanakan silaturahim, yaitu menyambung rasa kasih sayang antar kita. Mari kita ingat sabda Rasulullah saw, “Bukanlah bersilaturahim orang yang membalas kunjungan atau pemberian, tetapi yang bersilaturahim adalah yang menyambung apa yang putus” (HR. Bukhari).

Dari hadits tersebut dapat dipahami bahwa kita didorong untuk aktif dalam membangun silaturahim dan bahu membahu menjaga ukhuwah Islamiyah yang nilainya tiada bandingnya ini. Dimulai dari keluarga, kerabat, masyarakat, bangsa, dan negara.

Demikianlah khutbah Idul Fitri kita hari ini, semoga dapat kita mampu menjadikan Idul fitri 1438 hijriyah ini sebagai momentum untuk kebangkitan kembali ukhuwah Islamiyah. Taqoballah minna wa minkum shiyamana wa shiyamakum. Minal ‘aidzina wal faizin. Selamat merayakan Idul Fitri mohon maaf lahir dan batin.

باَرَكَ الله لِيْ وَلَكُمْ وَنَفَعَنِيْ وَاِياَّكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآياَتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ

Barakalla li wa lakum, wa nafa’ani wa iyyakum bima fihi minal ayati wa dzikril hakiem wa taqobala minni wa minkum tilawatahu innahu huwas-samiul bashir

KHUTBAH KEDUA

اللهُ أَكْبَر٩x لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ اللهُ اَكْبَرُ وَللهِ الحَمْدُ. الحَمْدُللهِ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَه وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَاَعَزَّ جُنْدَهُ وَحَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَه. أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ الله وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَنبَيَّ بَعْدَه.
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَباَرِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَاَصْحَابِهِ اَجْمَعِيْنَ. اَمَّا بَعْدُ فَيَا عِباَدَ اللهِ اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ المُتَّقُوْنَ. إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِي يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اَللّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلىَ اِبْرَاهِيْم وَعَلىَ آلِ اِبْرَاهِيْم وَباَرِكْ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا باَرَكْتَ عَلىَ اِبْرَاهِيْم فِى اْلعاَلَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْد.اللَّهُمَّ اغْفِرْلَنَا ذُنُوْبَنَا وَلِوَالِدِيْنَ وَارْحَمْهُمْ كَمَارَبَّوْنَا صِغَارًا وَلِجَمِيْعِ اْلمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَات وَاْلمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِناَتِ اْلأَحْياَءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْواَتِ بِرَحْمَتِكَ ياَ أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Allahu akbar (9x)
Lailaha illa-Allah wallohu akbar, Allohu akbar wa li-llahil-hamd. Alhamdulillahi wahdah, shodaqo wa’dah wa nashoro ‘abdah, wa ‘azza jundahu wa hazamal-ahzaba wahdah.
Asyhadu alla ilaha illa-Allahu wahdahu laa syarikalah
wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rosuluhu, laa nabiyya ba’dah.

Allahumma sholli wa sallim wa barik ‘ala Muhammadin, wa ‘ala aalihi wa ashabhi ajmain.
Amma ba’du. Fayaa ibadallahi ushikum wa nafsi bittaqwa-llahi faqod fazal-muttaqun. Innallaha wa malaikatahu yusholluna ‘alan-nabiy. Ya ayyuhal ladzina amanu shollu ‘alaihi wa sallimu tasliima.

Allahumma sholli ‘ala Muhammadin wa ‘ala aali Muhammadin kama sholaita ‘ala Ibrohim wa ‘ala aali Ibrohim, wa baarik ‘ala Muhammadin wa ‘ala aali Muhammad, kama baarokta ‘ala Ibrohim wa ‘ala aali Ibrohim fil ‘alamin innaka hamidum-majid.
Allahumagfir dzunubana wa liwalidina, warhamhum kama rabbauna shigoro. Wa li jami-il muslimina wal muslimat, wal mu’mininan wal mu’minat, al-ahya minhum wal amwat. Birohmatika ya arhamar-rohimiin.

Ya Allah, berikan taqwa kepada jiwa-jiwa kami dan sucikan dia.
Engkaulah sebaik-baik yang, mensucikannya. Engkau pencipta dan pelindungnya

Ya Allah, perbaiki hubungan antar kami
Rukunkan antar hati kami. Tunjuki kami jalan keselamatan. Selamatkan kami dari kegelapan kepada terang.
Jadikan kumpulan kami jama’ah orang muda yang menghormati orang tua
Dan jama’ah orang tua yang menyayangi orang muda
Jangan Engkau tanamkan di hati kami kesombongan dan kekasaran terhadap sesama hamba beriman
Bersihkan hati kami dari benih-benih perpecahan, pengkhianatan dan kedengkian

Ya Allah, kami hamba-hamba-Mu, anak-anak hamba Mu
Ubun-ubun kami dalam genggaman Tangan-Mu
Berlaku pasti atas kami hukum-Mu
Adil pasti atas kami keputusan-Mu
Ya Allah, kami memohon kepada-Mu
Dengan semua nama yang jadi milik-Mu
Yang dengan nama itu Engkau namai diri-Mu
Atau Engkau turunkan dalam kitab-Mu
Atau Engkau ajarkan kepada seorang hamba-Mu
Atau Engkau simpan dalam rahasia Maha Tahu-Mu akan segala ghaib

Kami memohon-Mu agar Engkau menjadikan Al Qur’an yang agung
Sebagai musim bunga hati kami
Cahaya hati kami
Pelipur sedih dan duka kami
Pencerah mata kami.

اَللّهُمَّ آرِناَ الْحَقَّ حَقاًّ وَارْزُقْناَ اتِّباَعَهُ وَآرِناَ اْلباَطِلَ باَطِلاً وَارْزُقْناَ اجْتِناَبَهُ.
رَبَّناَ آتِناَ فِىالدُّنْياَ حَسَنَةِ وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةِ وَقِناَ عَذاَبَ الناَّر. وَصَلَّى اللهُ عَلىَ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ وَالحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ.

Allahuma arinal haqqo haqqo war-zuqna ittiba’ah, wa arinal bathila bathila war-zuqna ijtinabah.
Robbana aatina fid-dunya hasanah, wa fil akhiroti hasanah, waqina adzaban-nar, wa sholallohu ‘ala sayyindina Muhammad wa ‘ala aalihi wa ashabihi ‘ajmain,
Walhamdu-lillahi robbil ‘alamin.

PPDB Online Kisruh, Ini Tanggapan Anggota DPR

PPDB Online Kisruh, Ini Tanggapan Anggota DPR

SahabatKharis.com – Ketua Komisi 1 DPR RI Abdul Kharis Almasyhari memandang persoalan banyaknya kekisruhan dalam pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)online di Jawa Tengah adalah karena batasan kuota siswa Gakin tidak didasarkan pada kuota anggaran. Hal itu dikatakan Abdul Kharis saat menemui sejumlah wartawan di Solo, beberapa waktu lalu.

“Seharusnya kita memberikan afirmasi kepada Gakin, tidak berdasarkan pada jumlahnya. Melainkan pada besaran anggaran (yang dimiliki pemerintah) untuk Gakin. Kalau hanya sekadar batasan jumlah, apalagi jumlah minimal, maka tidak salah jika sekolah menerima 100 persen Gakin,” kata Abdul Kharis Almasyhari.

Pemerintah seharusnya melihat bahwa kuota Gakin yang bisa masuk ke sekolah harus disesuaikan dengan jumlah anggarannya. Sebab jika tidak, maka akan banyak orang yang mengaku Gakin, hanya untuk bisa lolos pada seleksi PPDB.

“Seharusnya bisa dilihat, anggarannya berapa, yang mau diafirmasi berapa. Sebab jika tidak, orang akan berbondong-bondong mencari surat keterangan miskin agar bisa diterima. Padahal permasalahan Gakin ini bukan permasalahan diterima atau tidak, melainkan ketidakmampuan bayar dari Gakin.” imbuhnya.

Dirinya juga memandang bahwa kuota ini menjadi persaingan yang tidak sehat dalam mendapatkan tempat duduk di sekokah. Sebab, hanya dengan selembar surat Gakin, sudah bisa menganulir prestasi-prestasi yang dimiliki siswa lain.

Dikatakan, seharusnya pihak penyelenggara PPDB juga mempertimbangkan dua faktor lainnya, yakni kemampuan bayar siswa, dan prestasi akademik.

“Dan jika seperti itu justru malah terbalik dengan tujuan bangsa, anak-anak yang sudah dicerdaskan malah tergusur dengan orang-orang yang mengaku miskin,” katanya.

Abdul Kharis mengapresiasi siswa dari keluarga miskin (Gakin) untuk bisa bersekolah. Namun ada sistem yang harus dibenahi dalam penerimaan siswa (PPDB) kali ini.

“Saya sangat membela dan mendorong siswa Gakin untuk bisa sekolah, tetapi sistemnya yang harus dibenahi. Sekali lagi pemerintah seharusnya mengafirmasi kemampuan bayar Gakin dengan jumah anggaran yang disediakan.” tegasnya. [ Timlo.net]