Ketua Komisi I DPR : Film G30S/PKI Tak Perlu Disensor Lagi

Ketua Komisi I DPR : Film G30S/PKI Tak Perlu Disensor Lagi

SahabatKharis.com РKetua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyhari mengatakan, film Pengkhianatan G30S/PKI sudah lulus sensor dari  Lembaga Sensor Film (LSF) sejak tahun 1984. Untuk itu, ia menilai tidak perlu lagi ada proses penyensoran untuk film tersebut.

Abdul Kharis mengatakan, LSF sudah menegaskan tidak ada penyensoran ulang. Jadi film ini sebetunya layak untuk ditonton kembali sebagai film sejarah. “Saya sendiri setuju dengan sikap Panglima TNI yang akan memutar ulang film ini,” katanya kepada Republika.co.id, Selasa (19/9).

Persoalan film ini tidak layak ditonton anak, menurutnya, memang setiap film ada kategorisasi usianya. Setiap film yang sudah lulus dari Lembaga Sensor Film (LSF), pasti ada kategorisasi usia yang boleh menonton. Karena itu, ia mengimbau kepada masyarakat, keluarga atau sekolah yang akan memutar kembali film ini bisa memperhatikan kategorisasi usia penonton ini.

“Jadi kalau untuk persoalan bukan tontonan anak kecil, itu sudah selesai,” ujarnya.

Perdebatan ini, menurutnya, penting untuk dibedakan agar substansi pemutaran film G30S-PKI ini tidak bergeser. “Kalau perdebatannya itu, bukan esensi masalah film G30s/PKI diputar kembali,” kata anggota Fraksi PKS ini. Sebab alasan Panglima TNI mengimbau agar film ini diputar kembali adalah sebagai pembelajaran generasi saat ini. Dimana pemberontakan PKI itu pernah terjadi dan menjadi bagian dari sejarah bangsa ini.

“Jadi soal film ini esensinya pelajaran sejarah pengkhianatan PKI, jangan memperdebatkan hal yang tidak esensi,” kata dia.

Sumber : Republika

Ketua Komisi I DPR Sangat Setuju Film G30S/PKI Diputar Lagi

Ketua Komisi I DPR Sangat Setuju Film G30S/PKI Diputar Lagi

SahabatKharis.com – Ketua Komisi 1 DPR-RI, Abdul Kharis menyatakan kesetujuannya bila film G30S/PKI yang diproduksi oleh Perusahaan Film Negara (PFN) diputar lagi di televisi nasional untuk menyongsong peringatan Hari Kesaktian Pancasila setiap tanggal 1 Oktober.
Ditemui di RM Sederhana Solo Jumat(15/9), Abdul Kharis tanpa ragu ragu menyatakan kesetujuannya. Menurut Kharis, dirinya sebagai kader PKS yang menjadi Ketua Komisi 1 DPR-RI, berharap pemutaran lagi Film G30S/PKI bisa menjadi pembelajaran akan peristiwa yang pernah terjadi dalam perjalanan sejarah bangsa.
“Sangat setuju, saya sangat setuju film itu diputar lagi. Eggak ada masalah, kalo memang masyarakat menghendaki film itu diputar lagi. Soal pro dan kontra itu hal biasa, yang penting diambil sisi positifnya,” ujar Abdul Kharis didampingi Ketua DPD PKS Kota Solo, Abdul Ghofar usai jumpa pers rencana aksi peduli Rohingya di Solo.
Sementara itu, di hari yang sama Mendagri Tjahyo Kumolo juga telah menyatakan, tidak melarang bila film G30S/PKI diputar lagi.
Film Pengkhianatan G30S/PKI yang disutradarai Arifin C Noer adalah film yang mengisahkan peristiwa penculikan yang disertai pembunuhan terhadap tujuh jenderal serta satu perwira muda, yang dilakukan oleh G30S/PKI pada 30 September 1965. Peristiwa tersebut, pada setiap 1 Oktober diperingati sebagai Hari Kesaktian Pancasila.
Pada tahun 80 dan 90 an hingga munculnya Reformasi tahun 1998 , film G30S/PKI selalu diputar di TVRI pada malam tanggal 30 September. Namun setelah reformasi, film tersebut tak lagi diputar. Baru pada tahun 2017 ini, melalui media sosial banyak disuarakan tentang perlunya lagi memutar film G30S/PKI.
Sumber : solotrust.com