KETUA KOMISI 1 DPR RI : Kominfo segera TINDAK Konten Pornografi di WA

KETUA KOMISI 1 DPR RI : Kominfo segera TINDAK Konten Pornografi di WA

SahabatKharis.com – Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyhari merasa prihatin dengan GIF atau format animasi sederhana yang memuat konten asusila atau pornografi yang bisa diakses oleh para pengguna WhatsApp di Android maupun IOS.

“Menkominfo harus segera memblokir konten WA yang terkait konten porno yang terdapat dalam aplikasi GIFnya” tegas Kharis.

“GIF yang berisi konten asusila itu tersembunyi di balik ‘search’, alias pengguna perlu mencari jika menginginkan GIF tertentu. Berbahayanya tidak ada filter atau batasan untuk menggunakan aplikasi GIF tersebut, ini sangatlah memprihatinkan” jelas Kharis.

Munculnya berbagai keprihatinan pengguna WA, terkait hal diatas, maka Kharis yang merupakan legislator asal Solo ini meminta agar Kemenkominfo menggunakan kewenangannya yang dimana diatur dalam pada pasal 26 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Dalam pasal tersebut, disebutkan bahwa setiap Penyelenggara Sistem Elektronik wajib menghapus Informasi Elektronik yang tidak relevan yang berada di bawah kendalinya atas permintaan orang yang bersangkutan berdasarkan penetapan pengadilan. Selain itu, setiap Penyelenggara Sistem Elektronik wajib menyediakan mekanisme penghapusan Informasi Elektronik yang sudah tidak relevan.

“Memperhatikan keresahan masyarakat dan payung hukum yang ada peran pemerintah dalam memberikan perlindungan dari segala jenis gangguan akibat penyalahgunaan informasi dan transaksi elektronik, yang ada pada pasal 40. UU ITE maka pemerintah wajib mencegah penyebarluasan informasi elektronik yang memiliki muatan yang dilarang” tegas Kharis yang merupakan anggota DPR dari fraksi PKS ini.

” Pemerintah memiliki kewenangan melakukan pemutusan akses terhadap informasi elektronik yang memiliki muatan melanggar hukum, karena itu Kemenkominfo bisa segera bersama Kepolisian melakukan penyelidikan terkait dugaan konten porno dalam aplikasi WA tersebut , jika tidak mau blokir WhatsApp secara keseluruhan ,” tegas Kharis dalam penjelasan tertulisnya kepada media.

Yang terakhir, Kharis juga tetap meminta kepada orang tua dan masyarakat agar tetap mengawasi penggunaan internet baik pesan singkat, sosial media dan berbagai aplikasi dunia maya sehingga upaya bersama Pemerintah dan masyarakat membuat internet sehat termasuk aplikasi yang bisa dipakai oleh anak Indonesia secara baik dan benar,” tutup Kharis.

Banyak Tokoh Penting Indonesia yang Namanya Besar karena Peran Sosial Media

Banyak Tokoh Penting Indonesia yang Namanya Besar karena Peran Sosial Media

SahabatKharis.com – Abdul Kharis Almasyhari, Ketua Komisi I DPR RI, mengatakan banyak tokoh penting Indonesia yang namanya dikenal dan dibesarkan lewat media sosial.

Pernyataan tersebut disampaikan saat acara diskusi publik oleh Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) diPabelan, Kartasura, Sukoharjo, Kamis (4/5/2017).

“Banyak publik figur Indonesia saat ini yang namanya dibesarkan lewat sosial media,” ucap Abdul Kharis Almasyhari, Ketua Komisi I DPR RI.

Menurutnya, tren tersebut tidak berbeda dengan Amerika Serikat pada rezim Obama.

“Sama dengan Amerika saat dipimpin Obama, nama Obama dibesarkan oleh sosial media,” kata Abdul.

“Tapi coba lihat kemenangan Trump, kalau dilihat dari sosmed jelas Hillary lebih unggul, anehnya kemenangan malah diperoleh Trump,” tambah Abdul.

Abdul lantas mengungkapkan kemenangan Trump disebabkan karena Trump menggunakan keakuan.

Menurut Abdul, keakuan adalah hal positif tentang seseorang atau kelompok yang diinginkan seseorang/kelompok itu sendiri.

“Seperti Amerika akan bagaimana, Amerika akan dapat apa, Amerika akan dihormati siapa, masyarakat mendapat untung apa,” jelas Abdul.

“Itu sangat berpengaruh, apalagi kalau keakuan tersebut memiliki dasar yang jelas,” kata dia.

Menurutnya, jenuh tidaknya masyarakat terhadap sosial media kelak, tergantung apa saja yang disampaikan sosial media itu sendiri.

Sumber : Tribunnews

Berbagai Perpecahan Negeri Ini Bermula Dari Berita Hoax

Berbagai Perpecahan Negeri Ini Bermula Dari Berita Hoax

SahabatKharis.com – Perkembangan Teknologi Informasi yang semakin tinggi ternyata memiliki dampak negatif di kalangan masyarakat. Salah satu dampak negatif yang menjadi fenomena terkini adalah membanjirnya informasi atau berita tidak benar yang biasa di sebut Hoax.

Maraknya peredaran berita-berita hoax belakangan berpotensi untuk menimbulkan perpecahan, instabilitas politik dan gangguan keamanan. Pasalnya, berita hoax kerap dianggap sebagai produk yang paling mudah untuk disebar di era keterbukaan informasi di Indonesia seperti sekarang ini dan cukup mumpuni untuk mempengaruhi opini masyarakat.

Fenomena ini mendorong Kemenkominfo bersama DPR-RI untuk mengadakan Diskusi Publik yang bertema “Optimalisasi Edukasi & Literasi Media Internet Untuk Merajut & Merawat Persatuan dalam kebhinekaan” yang diselenggarakan 4 Mei 2017 Di Kota Solo.

Diskusi Publik tersebut Dihadiri oleh Ketua Komisi I DPR RI Dr. Abdul Kharis Almsyhari, Dr Fadhilah Mathar Direktur umum BP3TI Kemenkominfo serta Bpk Winarno, M.Eng Akademisi & Pengamat Informatika UNS.

Dalam Diskusi Publik Abdul Kharis mengajak seluruh pihak untuk bijak & efisensi serta harus memiliki kebermanfaatan dalam setiap menggunakan media internet.

“Selain itu masyarakat juga harus ikut peran aktif menghentikan penyebaran jika ada berita-berita bohong dan fitnah yang dapat mengakibatkan perpecahan bangsa, terutama yang beredar melalui media sosial,” kata Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.

Sementara itu, dalam sambutannya, Ibu fadhilah mengemukakan bahwa pemerintah sedang melakukan penyelesaian pembangunan palapa ring, sehingga dalam jangka waktu kedepan akses internet akan menjangkau dinikmati oleh masyarakat yang tinggal di wilayah- wilayah terluar.

Direktur Umum BP3TI ini berharap dengan diadakannya diskusi publik ini masyarakat semakin sadar akan pentingnya budaya literasi dalam menyerap literasi.

“Dengan mudahnya tingkat akses internet masyarakat, maka diperlukan penyaringan agar masyarakat terhindar dari informasi yang merugikan,” ujarnya.

Sedangkan Winarno selaku akademisi sekaligus pengamat lebih menekankan bagaimana langkah -langkah mengenali serta menangkal berita hoax melalui media sosial.

PKS: Hoax Dilawan, Tapi Kebebasan Berpendapat tak Boleh Dikekang

PKS: Hoax Dilawan, Tapi Kebebasan Berpendapat tak Boleh Dikekang

SahabatKharis.com – Ketua Komisi I DPR RI, Abdul Kharis Almasyhari menegaskan berita bohong atau hoax memang seharusnya tidak ada. Menurutnya pemerintah memang berkewajiban menanggulangi berita hoax, melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Namun Abdul Kharis juga mewanti-wanti kepada pemerintah agar dalam menanggulangi berita hoax tidak mengekang kebebasan berpendapat.

“Berita hoax memang seharusnya tidak boleh ada. Kalau mengawasi yang hoax saja tidak apa-apa. Tapi jangan sampai menjurus pada mengekang kebebasan berpendapat yang benar dan bertanggung jawab,” ujar politisiPKS itu, Rabu (4/1).

Menurut Abdul, tidak menutup kemungkinan dalam menanggulangi berita hoax dan juga media sosial yang menyebarkannya bakal bersinggungan dengan kebebasan berpendapat. Sementara setiap warga negara berhak untuk mengemukakan pendapatnya, termasuk mengkritisi Presiden Republik Indonesia. Apalagi Indonesia sendiri menganut sistem demokrasi.

Terkait rencana pemerintah membentuk program Badan Siber Nasional (BSN). Dia berharap BSN bisa sesuai tujuan pembentukannya yakni menekan atau mengurangi informasi atau berita yang sifatnya bohong tersebut. Namun agar pembentukan badan ini jangan sampai mengekang kebebasan berpendapat karena telah dilindungi oleh konstitusi.

Sumber : Republika