Isu Menhan Mundur, Ketua Komisi I: Tak Mungkin

Isu Menhan Mundur, Ketua Komisi I: Tak Mungkin

SahabatKharis.com – Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyhari mengaku kaget dengan isu bahwa Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu mengundurkan diri dari jabatannya. Abdul meyakini isu itu tidak benar.

“Kalau ada isu, biasanya saya dengar duluan. Biasanya juga saya jawab (jika benar, belum tahu). Saya belum bisa komentar. Tapi kalau ini (dipastikan) tidak ada,” kata Abdul kepada¬†Metrotvnews.com, Kamis 9 November 2017

Politikus PKS ini menuturkan dirinya pada Rabu 8 November 2017 bertemu dengan Menhan. Namun, dalam pertemuan itu tidak ada pernyataan apapun soal isu mengundurkan diri tersebut.

Apalagi Ryamizard juga dikabarkan telah pamitan dengan jajarannya di Kementerian Pertahanan. Politikus asal Solo, Jawa Tengah ini pun, tambah tidak yakin.

“Menteri Pertahanan? Pak Ryamizard? Masak iya? Kalau lihat konstalasi politiknya itu kayaknya tidak mungkin,” ucap dia.

Abdul enggan membeberkan alasan ketidakmungkinan Ryamizard tiba-tiba mundur tersebut dari sisi politik. Abdul pun menilai kesehatan Ryamizard selama menjadi mitra kerja komisi I DPR tetap stabil. “Menurut saya, (kesehatannya) tidak ada menurun. Biasa saja,” ujar dia.

Abdul memuji sosok Ryamizard sebagai sosok yang disiplin hadir dalam rapat-rapat. Termasuk rapat kerja dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

“Dia rapat malah rajin banget dia. Datang duluan malah. Kita malah enggak enak belum datang, dia sudah datang. Kadang beliau sudah menunggu hampir satu jam. Itu objektif ya. Kalau ada isu seperti itu, saya malah enggak tahu,” tandas dia.

Sebelumnya beredar kabar bahwa Menhan telah mengajukan pengunduran diri kepada Presiden Jokowi. Beredar pula kabar bahwa Menhan telah pamitan kepada jajarannya di kementerian.

Sumber : Metro Tv

Komisi I DPR Minta Masalah Pengadaan Heli tak Berkepanjangan

Komisi I DPR Minta Masalah Pengadaan Heli tak Berkepanjangan

SahabatKharis.comKomisi I DPR meminta Pemerintah dalam hal ini Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu dan Panglima TNI berkonsolidasi untuk menyelesaikan masalah pengadaan helikopter Agusta Westland (AW) 101.

Hal ini menyusul saling lempar tanggung jawab atas helikopter yang saat ini sudah tiba di Indonesia.

Menurut Ketua Komisi I DPR RI, Abdul kharis Almasyhari, Komisi I DPR tidak sampai mengurusi secara detail satuan anggaran alutsista, termasuk halnya heli AW 101 tersebut.

“Kami Komisi I mempersilahkan dilakuan konsolidasi dulu antara Menhan dan Panglima, ini kan urusan eksekutif, bukan urusan kami. Kalau disampaikan ke kami, selesaikan dulu di antara mereka,” ujar Abdul Kharis di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (7/2).

Menurutnya, koordinasi dua pihak tersebut harus ditingkatkan guna menyelesaikan persoalan yang kini mengemuka tersebut.

Apalagi, heli yang kadung dibeli tersebut sudah tiba di Indonesia.

Sumber : Republika