Hari Pers Nasional, Pers Diharapkan Mampu Jaga Keutuhan NKRI

Hari Pers Nasional, Pers Diharapkan Mampu Jaga Keutuhan NKRI

SahabatKharis.com – Keberadaan pers di era reformasi saat ini memiliki peranan penting dalam menyebarkan informasi kepada masyarakat. Informasi yang disebarluaskan kepada masyarakat tidak akan bisa beredar secara cepat tanpa adanya pers.

Terkait dengan Hari Pers Nasional yang diperingati tiap 9 Februari, Ketua Komisi I DPR RI  Abdul Kharis Almasyhari mengatakan pers memiliki peran yang cukup signifikan dalam menjaga keutuhan NKRI. Demikian disampaikan saat dihubungi Parlementaria pada Rabu, (08/01/2017) di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta.

Ia pun berharap, dengan diperingatinya Hari Pers Nasional itu dapat menjadi momentum bagi insan media untuk mampu menyajikan berita yang benar dan objektif dengan sumber yang akurat. Sehingga dapat memberikan pencerahan kepada masyarakat.

“Selamat Hari Pers Nasional Tahun 2017. Semoga Pers Indonesia senantiasa menyajikan berita yang benar dan obyektif dengan rujukan sumber yang akurat,” ujar Abdul Kharis.

Politisi PKS ini pun meyakini bahwa keberadaan pers yang akurat mampu menjadi benteng dalam menjaga keutuhan NKRI. Terlebih saat ini dengan hiruk pikuk pilkada sangat banyak informasi hoax yang beredar di masyarakat, sehingga keberadaan pers yang objektif menjadi penting untuk menjaga keutuhan NKRI.

“Berita yang benar dan obyektif dengan rujukan sumber yang akurat  mampu turut menjaga keutuhan NKRI,” ujar legislator dapil Jawa Tengah V ini.

Sebagaimana diketahui, penetapan Hari Pers Naisonal pada tanggal 9 Februari diputuskan melalui Surat Keputusan Presiden No. 5 Tahun 1985.  Pada tahun 2017 ini, peringatan Hari Pers Nasional dipusatkan di Kota Ambon.

Sumber : dpr.go.id

DPR: Kepercayaan Masyarakat pada Media Mainstream Menurun

DPR: Kepercayaan Masyarakat pada Media Mainstream Menurun

SahabatKharis.com – Ketua Komisi I DPR RI, Abdul Kharis Almasyhari menyatakan, masyarakat harus mendapat informasi yang benar. Bukan berita bohong atau hoax.

“Masyarakat Indonesia harus mendapat berita yang benar, tanpa ada unsur kebohongan,” kata Abdul Kharis dalam diskusi “News or Hoax” di Media Center Gedung DPR RI, Selasa, 10 Januari 2017.

Politisi PKS ini mengatakan, menyampaikan berita bohong sama saja berbuat dosa. Dan tidak ada satupun agama yang mengajarkan dan membolehkan  kebohongan. “Agama mana pun melarang kebohongan,” tegasnya.

Kharis mengatakan, awalnya masyarakat Indonesia mempercayai media mainstraim. Namun dalam perkembangannya kepercayaan itu mulai bergeser. Kepercayaan masyarakat mulai turun. “Kenapa? Karena masing-masing masyarakat menerima berita hoax sesuai seleranya,” ucapnya.

Kharis menambahkan, jangan sampai masyarakat justru menikmati berita bohong. Sebetulnya kata dia, media dengan wartawan profesional, memiliki kompetensi disambut gembira oleh masyarakat. Perlu diketahui mana media dengan wartawan yang profesional mana yang tidak. “Jadi tidak perlu dikuatirkan,” ujarnya.

Sumber : Pikiran Rakyat

 

Ketua Komisi I : Masyarakat Indonesia Harus Dapat Berita dan Informasi Yang Benar

Ketua Komisi I : Masyarakat Indonesia Harus Dapat Berita dan Informasi Yang Benar

SahabatKharis.com – Sulitnya membedakan berita yang benar dan hoax menjadi perbincangan yang ramai saat ini. Selain dengan menutup atau memblokir media yang ditengarai memberitakan hoax, pemerintah dituntut juga mendorong Insan Media Pers untuk berkompetisi secara Independen dan Profesional.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi I DPR RI, Abdul Kharis Almasyhari saat menjadi narasumber diskusi bertemakan “News or Hoax” di Press Room DPR RI, Senayan, Selasa (10/1)

“Salah satu penyebab ramainya berita hoax yang terjadi saat ini adalah menurunnya kepercayaan publik terhadap media mainstream yang kini berafiliasi kepada partai atau kelompok tertentu,” ujar Kharis.

Selain Abdul Kharis, diskusi tersebut juga menghadirkan Menteri Kominfo, Rudiantara dan Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo yang akrab disapa Stanley.

Sementara itu, Dewan Pers juga segera membuat label untuk mempermudah masyarakat mengenali media massa yang terpercaya. Label tersebut berbentuk QR Code yang akan ditempelkan baik dalam media cetak maupun online.