Soal Pilgub Jateng 2018, DPP PKS Masih dalam Tahap Komunikasi Internal

Soal Pilgub Jateng 2018, DPP PKS Masih dalam Tahap Komunikasi Internal

SahabatKharis.com – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) belum mengambil langkah pasti terkait Pilgub Jateng 2018 mendatang.

Hal tersebut disampaikan Ketua DPR RI Komisi I, sekaligus Wakil Bendahara DPP PKS, Abdul Kharis Almasyhari.

Ia mengatakan saat ini pihaknya masih dalam tahap komunikasi internal.

Untuk Pilgub Jateng kami sedang komunikasi internal partai untuk menentukan langkah terbaik,” ujar Abdul Kharis Almasyhari, kepada TribunSolo.com, usai mengisi acara Kominfo di Kartasura, Kamis (4/5/2017), siang.

“Kami kan harus berdiskusi juga dengan partai lain untuk komposisinya bagaimana, bukan partai kami sendiri jadinya,” tambahnya.

Menurutnya, detail teknis bisa ditanyakan kepada DPW PKS Jawa Tengah.

“Lebih detailnya bagaimana, tanyakan saja kepada Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Jateng,” katanya.

Menurut Abdul, Pilgub Jateng merupakan urusan rumah tangga PKS DPW Jateng.

Adapun kewenangan DPP hanyalah pada tahap pengambilan keputusan atas usulan yang diajukan DPW.

“Alurnya dari DPW dulu, DPP di tingkat pengambilan keputusan, tinggal cocok enggak ada usulan dan alasan DPW dengan DPP,” tutur Abdul.

Saat disinggung tentang kinerja Gubernur Jateng incumbent, Ganjar Pranowo, Abdul menyatakan cukup baik tapi belum maksimal.

“Ya lumayan baik lah tapi belum maksimal, karena tujuan jangka panjang juga butuh waktu lama,” tandas Abdul.

Sumber : Tribunnews

Tiga Nama Cagub PKS Siap Dikomunikasikan Ke Partai Lain

Tiga Nama Cagub PKS Siap Dikomunikasikan Ke Partai Lain

SahabatKharis.com – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyiapkan tiga nama untuk maju sebagai kandidat pilkada Jateng. Ketiganya adalah Achmadi yang sekarang menjabat Wakil Ketua DPW PKS Jateng, Abdul Abdul Fikri Faqih anggota DPR RI dan Abdul Kharis Almasyhari anggota DPR RI.

Kepada Suara Merdeka, Kamal Fauzi, Ketua DPW PKS Jateng mengatakan, tiga nama itu ditimbang layak untuk diajukan sebagai calon. Namun demikian, masih akan dikomunikasikan dengan partai lain dalam pilkada mendatang.

‘’PKS hanya memiliki 10 kursi saja di DPRD Jateng, karena itu jumlahnya belum cukup untuk memajukan calon sendiri. Karena itu mau tidak mau harus membangun koalisi dengan partai lain agar bisa mengajukan pasangan calon,’’ kata dia.

Ada beberapa partai yang sudah ditimbang untuk diajak bersama-sama memajukan pasangan calon. Bisa jadi meniru pilkada DKI berkongsi dengan Partai Gerindra, namun bisa jadi akan menimbang partai lain termasuk Partai Golkar, dan PDIP untuk berpasangan.

Dia mengatakan, kalau selama ini PKS terlihat yang paling adhem-adhem saat perbincangan pilkada Jateng mulai menghangat, sebetulnya tidak. Justru PKS yang pertama kali mendeklarasikan persiapan menuju pilkada Jateng dengan mengusung tiga nama itu.

Pihaknya harus tahu diri karena belum bisa maju sendiri, sehingga mau tidak mau harus membangun koalisi. Karena itu sejak dini pihaknya sudah mengintensifkan komunikasi dengan partai lain yang memiliki visi dan misi ke depan sama dengan PKS untuk membangun bangsa ini.

‘’Kalau memang calon PKS dinilai lebih memiliki kapabilitas dan juga akseptabilitas maju sebagai cagub, tentu akan lebih baik. Namun jika tidak, maka bisa saja calon PKS masuk sebagai cawagub. Atau menjadi partai pendukung, atau pengusung, semua masih sangat mungkin terjadi.

‘’Yang jelas, waktunya masih panjang dan masih banyak peluang menimbang calon dan berkoordinasi dengan partai lain untuk mengajukan calon dalam pilkada Jateng tahun 2018 mendatang,’’ kata Kamal.

Tidak hanya persiapan pilkada 2018 yang akan dilaksanakan di beberapa daerah kabupaten/kota, termasuk pilkada provinsi. Namun juga persiapan memenangkan PKS dalam pemilu legislatif sudah harus dirancang secara matang.

Seluruh kader disiapkan untuk menjalin komunikasi lebih baik dan intentif dengan masyarakat di wilayahnya masing-masing, sehingga pada saatnya masyarakat menerima dan memilih PKS sebagai partai pilihannya.

‘’Kita punya tiga target, pertama memenangkan pilkada di beberapa daerah pada 2018, memenangkan pekilu legislatif sebaga bukti kemenangan PKS, dan memenangkan pemilu presiden mendatang. Semua sudah dirancang baik dari sejak sekarang,’’ kata dia.

Sumber : Suara Merdeka

PKS Tentukan Cagub Jateng Sebelum Ramadhan

PKS Tentukan Cagub Jateng Sebelum Ramadhan

SahabatKharis.com – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Tengah akan mengadakan pemilihan internal bakal calon gubernur untuk Pilgub Jateng 2018. Berdasarkan keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) pusat, Pilkada serentak akan digelar para 27 Juni 2018. Sebelum bulan Ramadan, nama calon ditargetkan sudah muncul.

Ketua DPW PKS Jateng, Kamal Fauzi menyebutkan, pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada masing-masing DPD yang ada di wilayahnya.

“Kita baru mau ada pemilihan umum internal, tahapannya kita sudah sosialisasi calon-calon ke ketua-ketua DPD, selanjutnya sebelum Puasa diharapkan sudah muncul nama,” kata Kamal, Minggu (23/4).

Ia menyebutkan, saat ini telah ada tiga nama yang muncul sebagai kandidat bakal calon gubernur di internal PKS. Mereka adalah Ahmadi, Wakil Ketua DPRD Jateng; Fikri Faqih dan Abdul Kharis di mana keduanya merupakan Anggota DPR RI di Jakarta.

“Selain kader, pemilihan umum internal ini juga terbuka untuk kalangan eksternal. Semua tokoh yang ada di Jawa Tengah masuk dalam radar kami,” ucapnya.

Pihaknya sendiri mengakui, belum menentukan apakah kadernya akan maju sebagai calon gubernur atau calon wakil gubernur melihat perkembangan yang ada.

Terkait kemungkinan koalisi dengan partai lain, PKS mengakui akan menjalin koalisi dengan partai yang memiliki semangat yang sama.

“Tapi untuk komunikasi dengan partai lain baru person, secara kelembagaan belum melakukan komunikasi secara resmi dengan partai manapun,” bebernya.

Sumber : Merdeka

Presiden PKS Sodorkan 3 Nama Untuk Pilgub Jateng, Abdul Kharis Salah Satunya

Presiden PKS Sodorkan 3 Nama Untuk Pilgub Jateng, Abdul Kharis Salah Satunya

SahabatKharis.comMeski baru akan digelar pada tahun 2018, peta politik di Jawa Tengah terus menghangat. Terbaru, sepekan usai menggelar Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil), Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyodorkan tiga nama kader internalnya di Pemilihan Gubernur Jateng 2018.

Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman Ph.D dalam keterangannya di sela agenda Sekolah Kepemimpinan Partai (SKP) Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKS, Sabtu (25/3/2017) di Ungaran, Jateng mengatakan pihaknya memprioritaskan tiga kader internal untuk ikut berkompetisi dan memenangkan Pilgub Jateng 2018 mendatang, baik sebagai calon gubernur maupun calon wakil gubernur.

“Ada Ketua Komisi I DPR RI Dr Abdul Kharis Al Masyhari, Wakil Ketua Komisi  X DPR RI Drs Abdul Fikri Faqih, MM dan juga ada Wakil Ketua DPRD Jateng Ahmadi SE, kami minta untuk  membangun komunikasi dengan para calon, namun tidak menutup adanya calon lain,”ujarnya.

Secara umum, Sohibul Iman mengatakan bahwa tahapan Pilgub Jateng akan terus diikuti, dan dirinya berharap seluruh kader-kader PKS juga untuk siap menjadi pemimpin di daerahnya masing – masing.

Dikatakan mantan Rektor Universitas Paramadina ini, menjadi kepala daerah merupakan salah satu bentuk pelayanan konkrit yang diberikan PKS untuk masyarakat.

“Kalau kader PKS bisa menjadi seorang kepala daerah, maka pelayanan untuk masyarakat menjadi sesuatu hal yang mungkin. Sudah banyak yang membuktikan, teman – teman kader yang menjadi kepala daerah memiliki prestasi,”jelasnya.

Dia mengatakan bahwa jika kader yang menjadi kepala daerah maka pintu pengabdian untuk masyarakat terbuka lebih lebar. Oleh karena itu Ia mengajak kader PKS untuk siap menjadi pemimpin di daerah.

Saat ini, ada tiga kader internal PKS yang menjadi Kepala Daerah di Jateng, yakni Muhammad Haris (Wakil Wali Kota Salatiga), Dedy Endriyatno (Wakil Bupati Sragen) dan juga Rohadi Widodo (Wakil Bupati Karanganyar).

Sebagai informasi, tahapan pilgub akan dimulai pada Agustus/September 2017. Pencoblosan dilakukan pada Juni 2018, berbarengan dengan pilkada di tujuh kabupaten/kota, yakni Karanganyar, Temanggung, Banyumas, Kudus, Kabupaten Magelang, Kabupaten Tegal, dan Kota Tegal.

Sesuai UU Nomor 10 Tahun 2016 sebagai Perubahan Kedua atas UU Nomor 1 Tahun 2015 tentang Pemilihan Gubernur/Bupati/ Wali Kota, aturan main pilgub sama dengan Pilkada 2017. Pasangan calon dapat diusung oleh parpol yang memiliki 20 persen kursi di DPRD Jateng atau meraup suara 25% suara sah Pileg DPRD Jateng 2014.

Sumber : PKS Jateng