TNI Harus Evaluasi Standart Safety

TNI Harus Evaluasi Standart Safety

SahabatKharis.com – TNI harus mengevaluasi terkait standard safety dan perawatan alutsista yang selama ini kerap terabaikan. Kejadian yang menimpa anggota pasukan PPRC di Natuna Rabu (17/6) siang tadi, merupakan dampak dari minimnya evaluasi alutsista oleh TNI.

Sumber : Republika
Komisi I Desak TNI Jelaskan Penyebab Insiden Miriam Giant Bow

Komisi I Desak TNI Jelaskan Penyebab Insiden Miriam Giant Bow

SahabatKharis.com – Ketua Komisi I DPR RI, Abdul Kharis Almasyhari mengaku turut berduka cita atas gugurnya para prajurit Arhanud Kostrad TNI dalam insiden ledakan rudal buatan China beberapa waktu lalu di Natuna
“Meledaknya meriam buatan China ini tentu tidak diharapkan kita semua,” ujarnya dalam keterangan pers yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (17/5).

Pihaknya berharap Mabes TNI dapat segera menangani para prajurit yang terluka. Tak hanya itu, Abdul Kharis juga mendesak TNI untuk mengevaluasi tingkat safety peralatan tempur yang mereka gunakan.

“Mengingat pemeliharaan dan perawatan (harwat) terhadap alutsista selama ini memang agak terabaikan,” imbuhnya.

Lebih lanjut Abdul Kharis juga mendesak TNI untuk menjelaskan dan mengusut tuntas penyebab meledaknya miriam buatan negeri Tiongkok yang dijuluki Giant Bow itu.

“(Utamanya) faktor penyebabnya, apakah karena faktor harwat atau kondisi meriam saat dibeli memang sebenarnya tidak layak,” tandasnya.

“Apalagi wilayah Natuna memang menjadi prioritas dan strategis dalam perpektif pertahanan negara, tentu alutsista dan peralatan tempur yang disiagakan harus dalam kondisi prima dan siaga tempur saat krisis terus meningkat di Laut China Selatan,” pungkas Abdul Kharis.

Sumbet : Republika

Prajurit TNI Gugur Saat Latihan PPRC, DPR Sampaikan Duka

Prajurit TNI Gugur Saat Latihan PPRC, DPR Sampaikan Duka

SahabatKharis.com – Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyhari turut berduka atas gugurnya para prajurit TNI dalam insiden ledakan meriam saat latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) Tentara Nasional Indonesia di Kepulauan Riau. Kharis berharap Markas Besar TNI dapat segera menangani para prajurit yang terluka.

“Saya turut berduka atas gugurnya para prajurit TNI dalam insiden ledakan tersebut dan insiden meledaknya meriam buatan Tiongkok ini tentu tidak diharapkan kita semua,” kata Kharis dalam keterangan persnya, Rabu (17/5).

Namun demikian, Kharis melanjutkan, upaya Mabes TNI dalam memastikan tingkat safety peralatan tempur yang akan digunakan harus dievaluasi. Sebab, kata dia, ini mengingat pemeliharaan dan perawatan (harwat) terhadap alat utama sistem persenjataan selama ini memang agak terabaikan.

Dalam kasus meledaknya meriam buatan Tiongkok, TNI perlu menjelaskan dan mengusut faktor penyebabnya. “Apakah karena faktor harwat atau kondisi meriam saat dibeli memang sebenarnya tidak layak,” kata politikus Partai Keadilan Sejahtera itu.

Apalagi, kata dia, wilayah Natuna memang menjadi prioritas dan strategis dalam perpektif pertahanan negara. “Tentu alutsista dan peralatan tempur yang disiagakan harus dalam kondisi prima dan siaga tempur saat krisis terus meningkat di Laut Tiongkok Selatan,” kata Kharis.

Sementara itu, belum ada penjelasan resmi dari Mabes TNI terkait insiden ini. Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto telepon selulernya tidak aktif saat dihubungi JPNN.com, Rabu (17/5) malam.

Sumber : JPNN