Ketua Komisi I DPR RI Ajak Wartawan Buka Puasa Bersama

Ketua Komisi I DPR RI Ajak Wartawan Buka Puasa Bersama

SahabatKharis.com – Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyhari dan para wartawan buka puasa bersama (bukber) di Restoran Pulang Oca, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (12/6/2017).

Ketua Komisi I Abdul Kharis Almasyhari buka bersama wartawan

Ketua Komisi I Abdul Kharis Almasyhari buka bersama wartawan

Dalam sambutannya menjelang berbuka puasa, Kharis mengatakan acara buka puasa ini untuk mempererat tali silaturahmi.

Dalam kesempatan itu Kharis juga menyinggung tentang krisis Qatar. Ia mendorong pemerintah Indonesia untuk aktif meredakan gejolak masalah Qatar.

Uji Kompetensi Wartawan Diperlukan untuk Tangkal Hoax

Uji Kompetensi Wartawan Diperlukan untuk Tangkal Hoax

SahabatKharis.com – Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almarsyhari menegaskan dukungannya terhadap upaya Dewan Pers untuk melakukan uji kompetensi bagi wartawan Indonesia. Sebab, dengan menjamurnya media online saat ini banyak berita-berita bohong atau palsu yakni hoax yang meresahkan masyarakat dan pemerintah sendiri.

“Jadi, DPR mendukung upaya kompetensi yang akan dilakukan oleh Dewan Pers tersebut untuk mengetahui siapa wartawan yang professional dan yang abal-abal. Hanya saja DPR RI juga tidak menginginkan adanya intervensi antara media satu dengan yang lain,” kata politisi PKS itu dalam diskusi ‘News or Hoax’ bersama Menteri Kominfo RI Rudiantara, Ketua Dewan Pers Yosep Stanly Adi Prasetyo di Gedung DPR RI Jakarta, Selasa 10 Januari 2017.

Selain itu kata Kharis, dengan uji kompetensi tersebut agar masyarakat bisa membedakan mana berita yang hoax dan berita yang benar. “Hoax tidak bisa dibiarkan karena agama manapun melarang membuat dan menulis berita bohong,” ujarnya.

Dengan membanjirnya berita hoax tersebut menurut Kharis, pada mulanya masyarakat percaya media mainstream, media yang jelas dan bertanggung jawab, tapi dengan banyak media online akhir-akhir, ternyata masyarakat juga percaya berita-berita hoax yang beredar melalui media sosial. “Jadi, ini tak boleh dibiarkan,” ucapnya.

Sumber : Pikiran Rakyat